Presiden Sempatkan Diri “Nyekar” Makam Bapaknya

Karanganyar, thetanjungpuratimes.com – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi makam bapak dan kakeknya di sela pembagian ribuan paket sembako bagi warga kurang mampu di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Usai membagikan paket sembako dan bersilaturahim dengan warga di kantor Balai Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Presiden Jokowi langsung menuju Tempat Pemakaman Umum Kragan yang berjarak kurang lebih satu kilometer.

Saat berada di makam bapaknya, Noto Miharjo dan kakeknya, Lamidi Wiryo Miharjo, Presiden Jokowi yang didampingi beberapa kerabat terlihat khusyuk memanjatkan doa untuk leluhurnya itu.

Semasa hidupnya, Lamidi Wiryo Miharjo adalah Kepala Desa Kragan dan terkenal dengan panggilan “Lurah Dongkol”, sedangkan Noto Mihardjo anak pertama Lamidi Wiryo Miharjo yang menikah dengan Painem.

Presiden Jokowi menghabiskan sebagian masa kecilnya di rumah kakeknya.

Orang nomor satu di Indonesia itu, mengaku untuk datang ke rumah kakeknya, harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki, menggunakan bus, hingga naik perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo.

“Dulu kalau datang ke sini (dari Solo, red.), saya naik bus lewat Kebakkramat, terus berjalan kaki, dan naik ‘gethek’ (perahu untuk menyeberangi sungai, red.) di Bengawan Solo,” kata Presiden Jokowi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang petugas Sekretariat Kepresidenan Republik Indonesia, setelah “nyekar” ke makam bapak dan kakeknya, Presiden Jokowi beserta rombongan akan kembali ke rumah pribadi di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta.

(Ant/Dede)

Related Posts