Warga Sambas Dambakan Air Bersih

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Warga Kota Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, saat ini sangat mendambakan pasokan atau pelayanan air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) setempat.

“Permukiman kami tidak sampai satu kilometer jaraknya dari Kantor Bupati Sambas, tetapi hingga kini air PDAM belum juga mengalir,” kata Elydia salah seorang warga Komplek Didis Permai di Jalan Sukaramai, di Sambas, Jumat (8/7).

Dia sangat menyesalkan, buruknya kinerja PDAM Kabupaten Sambas, karena dengan permukiman yang jaraknya tidak jauh dari Kantor Bupati Sambas saja air PDAM-nya belum tersedia.

“Kami sudah berlangganan air PDAM Sambas sejak setahun lalu, tetapi hingga sekarang airnya belum juga mengalir,” ungkap dua ibu anak tersebut.

Akibatnya, untuk keperluan MCK keluarganya mengandalkan air hujan dan membeli kepada pengantar air dengan harga yang sangat mahal.

Elydia berharap kepada bupati Sambas yang baru saja dilantik bisa memberikan pelayanan air bersih yang merupakan kebutuhan dasar tersebut.

“Sudah 15 tahun Kabupaten Sambas dimekarkan dari kabupaten induknya, Singkawang, tetapi pelayanan air bersih dan kebutuhan dasar lainnya seperti jalan masih jauh dari harapan,” ujarnya.

Padahal, kata dia, sumber air baku dari Sungai Sambas cukup melimpah, tetapi kenapa PDAM Sambas tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih tersebut.

Senada dengan itu, warga lainnya, Ridwan, juga mengaku kesal dengan buruknya pelayanan PDAM Sambas yang hingga kini tidak bisa memberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat kota kabupaten tersebut.

“Hingga saat ini, PDAM belum juga mengalirkan air bersih hingga ke rumah-rumah, tetapi kalau masyarakat ingin membeli air bersih melalui mobil tangki yang berlabel milik PDAM, mereka layani dengan harga Rp130 ribu untuk 2.000 liter diantar ke rumah langsung,” katanya.

Ia mempertanyakan, kenapa melayani pembelian air bersih melalui mobil tangki bisa mereka layani, namun untuk memasok air ke pelanggan yang sudah bertahun-tahun terhitung sebagai pelanggan justru tidak bisa mereka lakukan.

Pada era pemerintahan bupati baru ini, ia berharap akan bisa membawa perubahan yang besar bagi kemajuan Kabupaten Sambas, seperti di bidang pelayanan air bersih, pendidikan dan sarana infrastruktur jalan yang masih jauh tertinggal dibanding kabupaten/kota lainnya di Kalbar.

(Ant/Dede)

Related Posts