Gulen Bantah Dalangi Kudeta di Turki

Turki, thetanjungpuratimes.com – Tokoh oposisi Fethullah Gulen membantah tudingan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang menyebutnya sebagai dalam di balik aksi kudeta militer yang berhasil digagalkan hari ini.

Buronan pemerintah Turki yang kini tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat itu, menegaskan dirinya anti gerakan militer.

“Sebagai seseorang yang menderita akibat beberapa kali kudeta militer selama lima dekade terakhir, sebuah penghinaan jika saya dituduh terkait dalam upaya yang sama,” kata Gulen, dari kediamannya di kota kecil Saylorsburg, Pennsylvania, Sabtu (16/07).

Sebelumnya, Erdogan mengatakan percobaan kudeta adalah rekayasa pendukung Fethullah Gulen, yang sudah lama ditudingnya memobilisasi dukungan di kehakiman dan militer untuk menggulingkannya.

Gerakan Fethullah Gulen sendiri adalah pengikut ajaran sufi Islam terkemuka Turki, Bediuzzaman Said Nursi. Dia mengasingkan diri dengan tinggal di Pennsylvania sebuah negara bagian dari AS.

Kelompok Gulen meraih pengaruh luar biasa di Turki dan luar negeri karena kegiatan pendidikan dan budayanya, dengan menjalankan sekolah-sekolah di seluruh dunia. Gerakan ini suka menyebut dirinya sebagai ” Kelompok Gulen” atau “Gerakan Hizmet”.

Gulen dan Erdogen awalnya menjalin koalisi selama 10 tahun berjuang keras melawan faksi sekuler ekstrim seperti jaringan Ergenekon, sebuah organisasi klandestin yang diduga memiliki hubungan dengan militer dan pasukan keamanan Turki.

Koalisi ini telah bekerja keras pula membangun demokrasi dan nilai-nilai demokrasi, namun sejak pengaruh militer merosot tajam akibat perwira seniornya diadili, ketiadaan musuh bersama menyebabkan koalisi kehilangan kekuatannya untuk menyatukan visi anggotanya.

Namun, keakraban kedua tokoh ini berakhir pada 2012. Hubungan antara partai Erdogan dan kelompok Gulen semakin berubah, ketika wartawan yang berafiliasi ke Gulen mengangkat tulisan-tulisan tentang perdana menteri sebagai ” otoriter” dan “diktator”. Kelompok Gulen juga telah menuduh pemerintah membungkam media.

(Rimanews/dd)

Related Posts