Permasalahan Lima Batas Desa di Embaloh Hulu Telah Selesai

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Forclime (Forests and Climate Change Programme)  telah memfasilitasi rapat koordinasi pemetaan partisipatif batas administrasi desa di kecamatan Emabloh Hulu di aula Kantor Camat Embaloh Hulu, Jumat (15/7).

Rakor tersebut menindaklanjuti program pemetaan partisipatif di 16 Desa wilayah Demontration Activity dan berhasil menuntaskan batas lima desa di kecamatan Embaloh Hulu.

“Forclime telah memfasilitasi batas administrasi desa, lima batas desa dinyatakan selesai,” tutur Abdul Halim, Kasi Pengembangan Kapasitas Desa pada BPMPD Kapuas Hulu, Minggu (17/7).

Batas desa-desa tersebut kata Halim sudah tuntas, kemudian  hasil pemetaan bakal dilegalkan ke dalam SK (surat keputusan) Bupati Kapuas Hulu. Dia mengatakan, penyelesaian batas desa itu berkat komunikasi yang baik dari masyarakat desa dan Forclime.

“Akan tetapi penyelesaiaan batas desa mesti didukung berita acara dan bukti autentik,” tegas Halim.

Ditambahkannya, selain batas desa Forclime juga memfasilitasi perencanaan tata guna lahan mengenai apa dan dimana potensi yang bisa dikembangkan sehingga dapat mendukung kegiatan di daerah pedesaan.

Sementara itu, Ismed Khairudin mewakili Forclime mengatakan pihaknya tak hanya membantu selesaikan batas desa di wilayah DA dan memfasilitasi perencanaan tata guna lahan, tepi merancang berbagai program lainnya. Dia mengaku keberadaan peta desa sangat mendukung program Forclime berupa penanaman tanaman agro forestry yang dilaksanakan sepanjang tahun 2016.

Ismed mengaku, baru 12 persen investasi yang diserap, sehingga masih ada program lain yang masih dalam usulan program. Seperti pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK), perbaikan sistem perladangan dan pengembangan jasa lingkungan dan berbagai progam lain. Pengembangan harus dilakukan dengan peninjuan proposal melalui program forclime.

(Yohanes/Dede)

 

Related Posts