Sejumlah Kabupaten di Kalbar Miliki Rekor Tertinggi Kasus Rabies

Virus Rabies Teror Bengkayang

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Sejumlah Kabupaten di Kalimantan Barat tercatat memiliki angka rekor tertinggi dalam penyebaran wabah virus rabies.

Demikian kata, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa saat ditemui, Selasa (19/7). Manaf mengatakan di Kabupaten Melawi sebanyak 11 Kecamatan yang sudah terjadi penyebaran virus rabies sedangkan Kabupaten Ketapang 14 Kecamatan. Beberapa Kabupaten lain di Kalbar yakni Kabupaten Sintang dan Kabupaten Bengkayang juga terdapat titik penyebaran wabah rabiesnya.

Untuk menanggulanginya, kata Manaf, pemerintah sendiri pada tahun 2016 telah menyiapkan 34.400 dosis Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk anjing dan hewan penular rabies lainnya.

“Hanya kami saat ini memiliki kelemahan karena tidak semua tempat memiliki alat penyimpanan vaksin. Serta tidak memiliki link di daerah Kabupaten. Selain itu, kamu juga kekurangan petugas. Khususnya dari dinas peternakan dan kesehatan hewan. Namun untuk menutupi kekurangan tersebut kami sudah melatih tenaga yang siap untuk diturunkan ke lapangan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sejak tahun 2014, sudah 20 orang tewas akibat gigitan anjing yang terpapar rabies atau anjing gila. Penyebaran rabies ini, haruslah ditangani segera, sebab bila tidak maka berakibat fatal. Bahkan wabah rabies ini dari data yang ada, satu orang anak perempuan usia 9 tahun meninggal dunia di Kabupaten Sintang.

“Ini akibat terlambat ditangani tim medis, setelah terkena gigitan anjing yang terpapar rabies,” ujarnya.

Menurut Manaf, di Kalbar sejak tahun 2014, tercatat 1.069 kasus warga terpapar rabies. Wabah ini menyebar di tujuh kabupaten yang saat ini dianggap rawan terpapar rabies, yakni Ketapang, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, serta Landak dan Bengkayang.

Menurutnya, kasus yang pertama muncul di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, karena berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah.

“Di Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang wabah rabies ini menyerang 24 orang, dan satu di antaranya meninggal dunia. Di sana kasus gigitan meningkat karena ada laporan warga yang membawa anjing dari daerah lain yang sudah tertular rabies,” ujarnya.

Terbukanya akses di daerah perbatasan antara Kalbar dan Kalteng, menurut dia, menjadi salah satu pemicu tingginya kasus ini. Sebab provinsi tetangga, memiliki kasus yang terbilang tinggi. Selain itu, lalu lintas hewan dan orang yang melintasi perbatasan ini juga tidak terlalu diperhatikan.

“Rabies di Kalbar, masuk dari Manis Mata di Ketapang dan Sokan di Melawi pada September 2014. Kemudian pada 2016, masuk ke Kecamatan Teriak, Bengkayang. Infonya juga, karena ada orang bawa anjing dari daerah terpapar rabies ke sana,” pungkasnya.

(Slamet Ardiansyah/Dede)

Related Posts