Terkuak, Sosok di Balik Pidato Istri Trump

thetanjungpuratimes.com – Penulis naskah pidato Melania Trump, istri capres Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump, akhirnya buka suara soal tudingan penjiplakan sebagian kata-kata pidato Michelle Obama delapan tahun silam, dalam pidato Melania. Staf Trump di kantor real estate yang ia kelola, Meredith McIver, si penulis naskah, mengaku membuat kesalahan.

Lansiran Dailymail, Meredith mengeluarkan pernyataan pada Rabu (20/7), bahwa dirinyanlah yang menulis naskah pidato Melania. Ia juga mengaku tidak sengaja menulis kata-kata Michelle, yang didiktekan kepadanya oleh Melania lewat sambungan telepon.

“Saya tidak memeriksa pidato-pidato Nyonya Obama lebih dahulu. Ini kesalahan saya, dan saya merasa telah membuat kekacauan, saya meminta maaf kepada Melania dan keluarga Trump, juga kepada Nyonya Obama,” katanya. “Saya tidak sengaja,” tambahnya.

Belakangan terungkap bahwa McIver, penulis untuk perusahaan Trump, adalah simpatisan Partai Demokrat, saingan Partai Republik di pilpres AS.

McIver meminta diberhentikan pada Selasa. Namun keluarga Trump menolak permintaannya untuk mundur.

“Tuan Trump berkata kepada saya bahwa orang pasti berbuat salah dan kita belajar dan berkembang dari kesalahan itu,” kata McIver.

Adalah The New York Times, yang pada Rabu (20/7) pertama kali mengidentifikasi McIver sebagai staf yang bertanggungjawab menulis naskah pidato Melania. McIver pernah menggarap beberapa buku Trump, termasuk “How to Get Rich” dan “Think Like a Billionaire”.

Seperti diberitakan sebelumnya, pidato Melania Trump, istri Donald Trump, capres AS dari Partai Republik, pada Konvensi Partai Republik, Senin (18/7) memicu kontroversi. Pidato Melania memuat beberapa kalimat yang amat mirip dengan kalimat-kalimat dalam pidato Michelle Obama, istri Barack Obama, dalam Konvensi Partai Demokrat tahun 2008 silam.

Nahas, ada sebagian dari pidato 15 menit Melania yang amat mirip dengan pidato Michelle, dalam Konvensi Partai Demokrat tahun 2008, sebagai dukungan kepada Barack Obama, yang kala itu terpilih sebagai capres partai berlambang keledai.

“Orangtua saya menekankan kepada saya bahwa saya harus bekerja keras untuk meraih apa yang saya inginkan dalam hidup, bahwa ucapan saya adalah jaminan saya, dan saya harus melakukan apa yang saya katakan dan menepati janji, bahwa saya harus memperlakukan orang dengan hormat,” kata Melania, mantan model dan perancang perhiasan kelahiran Slovenia itu.

“Mereka mengajari saya untuk menunjukkan nilai-nilai dan moral dalam hidup sehari-hari. Itu adalah pelajaran yang saya teruskan kepada anak-anak kami,” lanjutnya.

“Dan kami harus meneruskan pelajaran tersebut kepada generasi-generasi selanjutnya, karena kita ingin anak-anak kita di negeri ini tahu bahwa satu-satunya batas prestasi mereka adalah kekuatan mereka untuk bermimpi dan kemauan untuk mewujudkannya,” ujar Melania.

Sementara, pada tahun 2008, Michelle Obama berkata dalam pidatonya, “Barack dan saya dibesarkan dengan nilai-nilai yang sama: bahwa saya harus bekerja keras untuk meraih apa yang saya inginkan dalam hidup, bahwa ucapan saya adalah jaminan saya, dan saya harus melakukan apa yang saya katakan dan menepati janji, bahwa saya harus memperlakukan orang dengan hormat”.

“…Dan Barack Obama dan saya siap untuk membangun kehidupan dengan pedoman nilai-nilai ini, dan meneruskannya kepada generasi selanjutnya,” tambah Michelle.

“Karena kami ingin anak-anak kami, dan semua anak-anak di negeriini, untuk mengetahui bahwa batasan pencapaian mereka adalah mimpi dan kemauan untuk mewujudkannya,” tutup Michele.

(Suara/dd)

Related Posts