Ini Pesan Atbah pada Pemuda Melayu di Sambas

Bupati saat membuka kegiatan Lokakarya Pembakuan Busana Pengantin dan Pelaminan pengantin Melayu Daerah Sambas

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Bupati Atbah Romin Suhaili mengatakan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sambas merupakan beranda terdepan dalam mengawal budaya Melayu. Oleh karena itu, kata dia, MABM harus mampu memberdayakan pemuda melayu dengan budaya agar bisa berkiprah ke luar negeri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati saat membuka kegiatan Lokakarya Pembakuan Busana Pengantin dan Pelaminan pengantin Melayu Daerah Sambas, Kamis (21/7) di Aula Bupati Sambas.

Bupati menyambut baik kegiatan budaya yang diselengarakan MABM bekerjasama dengan Harpi Melati Jakarta, Katalia dan Perempuan Melayu Kabupaten Sambas.

“Dari dasar adat istiadat budaya Melayu ini sangat identik dengan Islam, sehingga masyarakat Kabupaten Sambas harus melestarikan budaya melayu, sehingga kita sangat mengapresiasi dengan dilaksanakannya kegiatan mempatenkan atau pembakuan busana pengantin dan pelaminan melayu daerah Sambas, “kata Atbah.

Bupati meminta MABM terus mengangkat harkat dan martabat budaya Melayu khususnya yang ada di Kabupaten Sambas.

“Sibukkan pemuda-pemuda kita dengan budaya Melayu, dan perkenalkan adat istiadat budaya kita ini hingga keluar negeri. Jika kita serius maka budaya luar tidak akan masuk ke daerah kita, dan MABM harus menjadi beranda terdepan mengawal budaya Melayu, karena busana kita ini identik dengan Islam,” ujar Bupati.

(Gindra/Dede)

Related Posts