Terkait Karhutla : Patut diduga adanya oknum perusahaan memanfaatkan masyarakat

Edi Suwarsono, Dosen Fakultas Hukum Untan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan), Edi Suwarsono, mengatakan, terkait kasus kebakaran hutan dan lahan patut diduga adanya oknum perusahaan yang memanfaatkan masyarakat untuk membakar lahan, karena secara aturan masyarakat memang dibolehkan membakar lahan seluas dua hektar, dengan teknik membakar berlawanan mengikuti arah angin.

“Itu yang dijadikan modus bagi perusahaan melalui tangan-tangan masyarakat. Tidak dimungkiri, bisa saja alasannya masyarakat membakar karena dekat lahan perkebunan,” jelasnya.

Edi menambahkan, secara yuridis mungkin tidak ada bukti-bukti yang mendukung terjadinya pembakaran lahan yang dilakukan oleh oknum perusahaan.

Edi menuturkan, penegakkan hukum di Indonesia saat ini sedang carut marut. Bisa saja dalam kontek hukum lingkungan kasus kebakaran hutan dan lahan ini terjad hal yang sama.

“Hampir tiap tahun terjadi,  tetapi penyelesaiannya masyarakat selalu disalahkan, karena oknum perusahaan menggunakan masyarakat untuk melakukan pembakaran. Sedangkan oknum perusahaan itu kecil sekali ditarik ke pengadilan. Secara bukti memang tidak ada. Itu artinya perusahaan tidak bertanggungjawab atas kebakaran yang terjadi,” jelasnya.

Edi menambahkan, memang secara aturan dibolehkan. Namun ada baiknya aturan-aturan itu direvisi agar tidak ada masyarakat yang diperalat perusahaan untuk membakar lahan.

“Pemerintah harus memberikan solusi yang tepat bagi masyarakat untuk mencari cara membuka lahan tanpa membakar,” harapnya.

Edi menuturkan, memang ada  pasal yang membolehkan masyarakat  membakar lahan maksimal dua hektar. Pembolehan ini dijadikan modus, dan meminjam tangan-tangan petani yang lokasinya kebetulan berdekatan dengan perkebunan.

“Jadi  kelihatannya masyarakat yang membakar,” pungkasnya.

(Kurniawati/Muhammad)

Related Posts