Antisipasi Kartu “Aspal”, Legislator Meminta BPJS Kesehatan Pontianak Segera Tanggap

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Satarudin meminta  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Pontianak agar segera tanggap dengan adanya kasus kartu BPJS Kesehatan palsu yang beredar di Jawa Barat.

Dirinya tidak ingin kejadian di Jabar ditemukan juga di Pontianak. Atas temuan pemalsuan itu, Satar mendesak BPJS Pontianak segera  melakukan pengecekan dan menginformasikan pesertanya agar tak menjadi kekhawatiran warga.

“Pemalsuan kartu BPJS Kesehatan palsu di Jabar jelas buat khawatir warga sebagai peserta BPJS. Sebagai antisipasi ada baiknya BPJS Kesehatan Pontianak melakukan pengecekan kartu juga,” ucap politisi PDIP tersebut ketika dihubungi, Senin (25/7).

Menurut Satar, pengecekan kartu BPJS Kesehatan dilakukan sebagai antisipasi saja. Untuk memudahkan BPJS Kesehatan, kata Satar, seharusnya memberikan informasi kepada masyarakat terkait kartu yang sah keluaran pemerintah.

“Kartu palsu pasti ada perbedaan. Pemalsuan kartu BPJS pasti dilakukan oknum, meski belum tahu motifnya apa, pelakunya harus dihukum berat, karena meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengatakan kejadian tersebut sudah tentu merugikan peserta BPJS, apalagi jika pasien pengguna BPJS saat ingin melakukan cek kesehatan di rumah sakit menemukan masalah ketika mengurus administrasi akibat kartunya yang palsu.

“Kan jadi masalah. Karena temuan itu bisa-bisa peserta BPJS bayar umum,” terangnya.

BPJS Kesehatan Pontianak tambah Satar harus mencantumkan prosedur pengurusan kartu. Dia mengimbau agar mengurus kartu sendiri untuk mencegah praktek percaloan dan menjurus pada pemalsuan kartu “Sakti” kesehatan tersebut.

“Lebih baik kita antisipasi, jangan sampai kejadian ini terjadi di Pontianak. dampaknya pasti ke warga lagi,” pungkasnya.

(Agustiandi/Dede)

Related Posts