Pemilik Usaha Air Isi Ulang Tak Boleh Keluarkan merk Sendiri

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Hingga Juli 2016, di Melawi hanya ada empat merk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang memiliki izin dan terdaftar di Badan Pelayanan Terpadu dan Penenaman Modal Daerah (BPTPMD) Melawi. Namun begitu banyak merk air minum terutama yang berkemasan galon beredar di Melawi.

“Biasanya yang mengeluarkan merk sendiri itu adalah perusahaan air isi ulang. Dalam aturannya, izin untuk air isi ulang tidakdiperbolehkan mengeluarkan merk sendiri. Terkecuali izinnya naik menjadi izin AMDK,” kata Kasubid Pelayanan Izin BPTPMD Melawi, Rahmad Maulidin, ketika ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (26/7).

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, bahwa izin AMDK yang dikeluarkan oleh BPTPMD Melawi yakni AP21, HOKI. Kemudian air minum bermerk ADAU yang izin kemasannya hanya berbentuk galon. Dan izin AMDK yang dikeluarkan tahun 2016 ini yakni AJ77.

“Jika di luar 4 merk ini ada merk lain yang beredar, maka kami tidak mengetahuinya, dan dan artinya tidak ada izin. Yang jelas terdaftar di BPTPMD hanya 4 merk itu saja. Selebihnya izin air isi ulang, yang tidak boleh mengeluarkan merk sendiri,” paparnya.

Sementara, lanjutnya, untuk yang memiliki izin air isi ulang yakni dengan nama 6 QN Qua, Firqia, Latansa 27, dan CV. Aira Qua.

“Kembali saya tegaskaan, bahwa izin air isi ulang tidak boleh mengeluarkan merk air sendiri. Jika terbukti ada, itu artinya melanggar aturan,” paparnya.

Rahmad menjelaskan, untuk membuat izin AMDK, banyak syarat yang harus dipenuhi. Begitu juga dalam pembuatan izin isi air ulang, pasti ada syaratnya yang harus dipenuhi pihak yang mengajukan izin air isi ulang.

“Untuk izin AMDK, syarat-syarat diantaranya, Diwajibkan izin edar dari BPOM dan SNI. Akte perusahaan,Izin usaha,Siup,TDP,Domisili Perusahaan. Izin Industri, UUG. Merek Dagang, logo dagang,disain label kemasan.Sipa (Surat Izin Penggunaan Air Tanah). Laboratorium, (air bahan baku, siap kemasan), Penerapan SNI. Kemudian mempersiapkan laboratorium pabrik, serta registrasi produk, memberikan data rekomendasi untuk pemakaian mesin filter dan kemas serta yang lainnya,” terangnya.

Sementara untuk syarat pembuatan izin air isi ulang air berbeda dengan AMDK. Untuk isi ulang diantanya, Mengisi formulir permohonan  dengan data yang lengkap. Fotocopy KTP Pimpinan  yang masih berlaku, Fotocopy Status Tempat Usaha, Fotocopy NPWPD, Fotocopy Izin Gangguan (HO), Surat Izin Tempat Usaha (SITU), Fotocopy Akte Perusahaan (Bagi Usaha yang berbadan Hukum). Kemudin Kartu Tanda Kesehatan / KIR dari Dinas Kesehatan, Surat Izin Operasional Usaha / Kegiatan, Rekomendasi Instansi Terkait. “Setelah syarat semuanya lengkap,maka akan kami proses,” pungkasnya.

(Edi/Dd)

Related Posts