Rakyat Turki Percaya Gullen di Balik Usaha Kudeta

Istanbul, thetanjungpuratimes.com – Hampir dua pertiga rakyat Turki percaya bahwa ulama Fethullah Gulen yang bermukim di Amerika Serikat berada di belakang percobaan kudeta gagal di Turki pada 15 Juli, menurut hasil survei yang dilakukan lembaga Andy-Ar, mendukung sikap pemerintah, Selasa (26/7).

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan Gulen yang mempunyai banyak pengikut di Turki, memiliki rencana, sekian lama ia membangun jaringan untuk membangun sekutu dengan tentara, oknum kepolisian, jaksa, palayanan masyarakat, akademisi dan media untuk mengendalikan negara.

Turki ingin AS mengekstradisi Gulen, sementara Washington juga akan melakukan hal serupa bila sudah memiliki bukti yang kuat. Ulama yang telah tinggal di pengasingan sejak 1999 mengatakan usaha-usaha kudeta kemungkinan telah diatur oleh Erdogan.

Survei dari Andy-Ar menyebutkan sebanyak 64,4 persen responden percaya bahwa Gulen berada di balik percobaan kudeta, sementara 3,8 persen menuduh AS, 3,6 persen percaya ada kekuatan asing dan 2,2 persen mengarah ke Presiden Tayyip Erdogan.

Hasil survei tersebut dapat membantu konsolidasi kekuatan Erdogan. Kritikus Erdogan takut ia menggunakan peristiwa kudeta gagal untuk menyingkirkan lawannya tanpa pandang bulu.

Pihak berwenang Turki telah melakukan pembersihan terhadap tentara, polisi, jaksa dan sistem pendidikan untuk menargetkan kepada pengikut Gulen, yang memiliki operasi jaringan yang luas di sekolah dan yayasan amal.

Hasil survei juga menunjukkan sebanyak 72,6 persen responden berpikir bahwa ada dukungan militer dari negara lain kepada pelaku kudeta, sementara 78,9 persen mempertanyakan solidaritas antara Erdogan dan pemimpin oposisi selama kudeta.

Hasil itu juga menunjukkan 83,9 persen dari responden melihat ada komentar awal seperti Erdogan pada malam percobaan kudeta dan menunjukkan 65,7 persen masyarakat atau kerabatnya turun ke jalan setelah Erdogan meminta hal tersebut.

Jika ditanya apakah mereka menginginkan Gulen dibawa ke Turki, 81,5 persen reponden menjawab “iya”, sementara 77,7 persen berpikir Gulen dan simpatisannya merupakan ancaman saat ini dan ancaman masa depan Turki.

Studi dilakukan melalui wawancara telefon dengan 1.496 orang pada 19 Juli, menurut sumber Andy-Ar.

(Ant/Dd)

Related Posts