Aptrindo Dukung Pemkot Tertibkan Truk Fuso Langgar Aturan

Pontianak, thetanjunpuatimes.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Kalimantan Barat mendukung secara penuh wacana Pemerintah Kota terkait penertiban truk fuso yang beroperasi di jalanan Kota Pontianak.

Ketua Aptrindo Retno Pramudya mengatakan truk fuso yang mengangkut barang dari kapal Roro itu adalah kendaraan dari pulau Jawa serta konstruksi kendarannya sudah dimodifikasi sehingga beratnya mencapai 25 sampai 30 ton yang tidak sesuai dengan kapasitas beban jalan yang ada di Kota Pontianak.

“Kami dari DPD Aptrindo mendorong dan meminta agar Pemkot untuk segera menertibkan pengoperasian mereka, artinya mereka kan angkutan kendaraan antar pulau, dan kami berharap mereka itu tidak beroperasi keliling, mondar-mandir, di wilayah Kota, dan Kalbar,” katanya saat ditemui di Pontianak, Kamis (28/7).

Sementara itu di tempat yang sama wakil ketua Aptrindo Budi Basadi  mengatakan semestianya  mereka (mobil fuso) hanya beroperasi dari pelabuhan ke gudang, di depo yang ada di wilayah Kalimantan Barat.

Menurutnya mobil fuso tersebut  justru merugikan angkutan yang ada di Kalbar dan Pontianak khususnya, karena selain membuat jalan macet karena kapasitas yang melebihi standar, juga mengambil pekerjaan para sopir kendaraan kecil seperti truk dan pikap yang lebih berhak untuk menyalurkan barang dari gudang ke toko-toko tujuan barang bawaan tersebut.

“Mereka pakai bahan bakar subsidi Kalbar, yang seharusnya kuotanya jatah pengusaha angkutan Kalbar,dan mereka tidak bayar pajak di sini, mereka bayar pajak di Jawa sana, karena mobilnya memang plat Jawa” ujarnya.

Pihaknya menyarankan, bahwa mobil fuso tersebut bisa melintas di wilayah Kalbar, namun ditetapkan waktunya yaitu malam hari, sehingga tidak mengganggu ketertiban dan keamanan lalu lintas. Selain itu  mobil fuso tersebut seharusnya tidak mengantar barang dari pelabuhan  sampai ke toko-toko tujuan, cukup sampai gudang saja, nanti kendaraan kecil yang mendistribusikannya ke toko-toko tujuan mereka.

“Karena selama ini fuso ini juga mengantar ke toko langsung, akibatnya kejadian seperti di Sungai Jawi, tumbang, karena bahu jalan kita ini mampunya cuma beberapa ton sementara mereka membawa 25 sampai 30 ton, yang standar kendaraan itu hanya lima sampai enam meter, mereka tambah sasisnya menjadi delapan meter,” tambahnya.

Lebih jauh pihak Aptrindo meminta agar mereka (pemilik mobil fuso) harus mempunyai gudang besar untuk menyimpan barang bawaan, karena sampai saat ini mereka memang tidak memiliki gudang.

“Jadi mereka ada tanah lapang dimana, mereka langsung ngumpul di situ, saran kita  kepada mereka, agar usaha tidak terganggu, seharusnya mereka ini punya gudang tampung di Pontianak, sehingga yang mendistribusikan dari gudang tampung itu adalah kendaraan pontianak yang mengatarnya ke tempat atau toko tujuan, bisa ” pungkasnya.

(Agus/dd)

Related Posts