Pelajar di Kayong Utara Dilarang Gunakan Sepeda Motor ke Sekolah

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com Pelajar di Kayong Utara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)  dilarang untuk menggunakan kendaraan ke sekolah.

“Memang untuk di Sekolah telah kita atur ditata tertib sekolah untuk melarang siswanya untuk membawa kendaraan sepeda motor. Karena untuk anak seusia SMP kebanyakan belum memiliki Surat Izin Mengemudi. Namun ada dari hasil musyawarah dari orangtua siswa, beberapa sisiwa diperbolehkan asal dilengkapi dengan peraturan lalu lintas, seperti helm, kaca spion dan lainnya yang tertuang dalam peraturan lalu lintas,” demikian ungkap, Kepala Sekolah SMP N 1 Sukadana Haidiri, Kamis (28/7).

Diluar itu, sambung dia, pihaknya telah menyerahkan kepada pihak kepolisian. Karena dari pihak sekolah pun telah memberikan peringatan sebaiknya, untuk anak yang masih belum cukup umur untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah. Karena menurut dia cukup berbahaya jika anak di bawah umur sudah membawa kendaraan.

“Tanggapan dari Kepala Dinas kami sangat mendukung jika memang adanya tindakan tegas dari pihak kepolisan mengenai hal itu. Apa lagi, untuk anak yang masih duduk di bangku SMP ini kebanyakan rumahnya juga tidak terlalu jauh. Mungkin untuk sepeda motor orangtua dapat mengganti dengan sepeda saja. Mengingat anak tersebut belum  memenuhi persyaratan dalam berkendara,” sambungnya

Dengan adanya tindakan tegas dari pihak kepolisian menurut dia, tentunya akan mengurangi  pelanggaran lalu lintas. Serta menyelamatkan para pelajar.

“Makanya kami sangat berharap, kepada para orangtua tidak membiarkan anaknya membawa kendaraan sepeda motor tanpa dilengkapi dengan syarat berlalu lintas. Walau kami telah memberikan toleransi, dan semoga itu ditanggapi dengan positif,” harapnya.

Terpisah, hal senada turut dikatakan Kepala Sekolah SMK N 1 Sukadana Tulus, jika dirinya beserta pihak sekolah memang telah melarang bagi siswa yang belum memiliki kelengkapan dalam berkendaraan diantaranya Surat Izin Mengemudi (SIM)  tersebut.

“Peraturan tersebut sebenarnya sudah tertuang dalam tata tertib SMK Negeri 1 Sukadana. Dan mengenai hal ini pun juga telah disampaikan kepada pihak orantua siswa dengan mengelar musyawarah tersebut,” terangnya.

Sementara itu, dengan telah melakukan pertemuan tersebut. Dirinya berharap, agar pihak orangtua dapat tururt mendukung apa yang telah di sampaikan oleh pihak sekolah.

“Kalau saya, terkait pelanggaran lalulintas tentunya kita serahkan semua kepada pihak kepolisan. Karena kita pun dari pihak sekolah telah mengelurkan tata tertib selama berada di SMK Negeri 1 Sukadana ini,” pungkasnya.

(Rizal/dd)

Related Posts