Kalbar Kekurangan Vaksin Anti Rabies

Komitmen Bersama Pengendalian Rabies

Pontianak, thetanjungpuratimes.com –  Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengatakan bahwa saat ini Kalbar kekurangan stok  Vaksin Anti Rabies (VAR).

“Provinsi Kalimantan Barat saat ini masih kekurangan  stok, Januari sampai Juli kita sudah terima dari Kemenkes 1.500 vial, tapi  kita masih membutuhkan dua ribu vial, untuk tindakan langsung vaksinasi mau pun untuk stok kita,” ujarnya, di Pontianak, Jumat (5/8).

Dikatakan, vaksin tersebut masih belum bisa diproduksi di dalam negeri. Kementerian kesehatan mendatangkannya dari luar negeri.

“Bahwa vaksin itu tidak bisa diproduksi di Indonesia artinya masih impor,” ungkapnya.

Ia mengatakan walau pun saat ini pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin menekan  kasus rabies, namun tetap saja dibeberapa kabupaten di Kalbar sejak tahun 2015 hingga sekarang masih tetap terjadi, bahkan meluas ke kabupaten lainnya.

Dari fenomena tersebut, orang nomor dua di Kalimantan Barat tersebut  mengimbau kepada masyarakat untuk turut bekerjasama dalam menekan angka rabies di provinsi itu.

“Yang memiliki peliharaan anjing , maka bisa bersedia untuk di vaksin, untuk dicegah, toh untuk kalau tidak divaksin dan ternyata ada virus rabiesnya , itu akan membahayakan termasuk pemilik anjing tersebut, jadi bukan hanya berbahaya pada orang lain,” ujarnya.

Ditambahkannya pada tahun 2016 terdapat 576 kasus, sementara yang meninggal dunia tiga orang.

“Di Kalbar sendiri penyebaran kasus rabies belum secara maksimal bisa dikendalikan, untuk itu kita masih sangat membutuhkan persedian VAR,” kata dia mengakhiri.

(Agus/dd)

Related Posts