Wabup Melawi Kukuhkan Pasukan Tim Pencegahan Karhutla Perusahaan

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Sejak terjadinya kebakaran di lahan PT. Rafi Kamajaya Abadi (RKA) tahun lalu, pihak perusahaan kini tak mau kecolongan lagi. Tim fire brigade pun dibentuknya demi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kerjanya.

Pembentukan tim pencegahan kebaran perusahaan milik Negeri Jiran tersebut dikukuhkan lansung oleh Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya U.Y. Pada kesempatan itu, wakil bupati mengatakan, Pemerintah Melawi sangat mengapresiasi pembentukan tim penanganan kebakaran hutan dan lahan perusahaan di lingkungan PT RKA.

“Saya berharap dengan dibentuknya fire Beigade tersebut dapat meminimalisasi kejadian kebakaran di lingkungan perusahaan. Saya juga mengajak kepada semua pihak yang mengelola kawasan hutan dan lahan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terjadinya kebakaran,” pintanya, Jumat (5/8)

Ditempat yang sama, Presiden Direktur PT Rafi Kamajaya Abadi, Roslan Othman, mengatakan bahwaacara pelantikan tim penanggulangan kebakaran lahan atau yang disebut sebagai FireBriagade, merupakan momentum yang sangat penting bagi perusahaan sebagai respon atas  Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 11 tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan terhadap kawasan perkebunan, khususnya PT. Rafi Kamajaya Abadi sebagian lahannya berada di atas tanah yang mudah terbakar yaitu tanah gambut.

Tim Fire Brigade  terdiri atas 45 anggota, dan sebagian sudah mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Melawi beberapa waktu lalu dan kami juga berencana menjalin bekerjasama dengan Manggala Agni dan instansi terkait lainnya untuk mengadakan sesi pelatihan untuk lebih meningkatkan skill anggota dalam penanggulangan kebakaran lahan

“PT Rafi Kamajaya Abadi ini merupakan perusahaan penanaman modal asing yang investornya berasal Malaysia, berdasarkan letak geografis izin usaha perkebunan yang dimiliki berada di 4 Kecamatan di Kabupaten Melawi. Luas tanaman kelapa sawit yang sudah tertanam saat ini seluas = 13.000 Ha yang terdiri dari inti dan plasma yang tersebar di 19 Desa,” bebernya.

Banyak dampak ekonomi dan sosial atas pembangunan perkebunan kelapa sawit di antaranya membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar serta membuka akses jalan penghubung setiap desa yang sudah bisa dilalui kendaraan roda empat saat ini.

Namun demikian, pihaknya menyadari masih terdapat permasalahan dalam pengembangan perkebunan, baik itu gangguan usaha perkebunan itu sendiri maupun masalah kebakaran lahan perusahaan perkebunan. Dampak kebakaran lahan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Melawi semata tetapi juga dirasakan masyarakat internasional seperti Malaysia dan Singapura.

“Permasalahan tersebut di atas harus segera kita selesaikan bersama agar pembangunan perkebunan benar-benar memberikan manfaat sesuai yang kita harapkan,” terang Roslan.

Saat ini PT RKA telah menyiapkan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dan tentunya semua itu tidak akan berfungsi dengan baik tanpa digunakan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian dan semangat yang tinggi. Untuk itu PT Rafi Kamajaya Abadi membentuk tim penanggulangan api yang diberi nama tim fire brigade.

“Saya berharap perlu dukungan semua pihak terkait termasuk masyarakat di lokasi perkebunan PT. Rafi Kamajaya Abadi untuk sinergi melakukan pencegahan kebakaran lahan agar bencana kabut asap tidak terulang lagi ditahun ini dan seterusnya,” pungkasnya.

(Edi/dd)

 

Related Posts