Warga Jeruju Besar Sesalkan Pernyataan Oknum Dewan Kubu Raya Terkait Bangunan SMP 18

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Warga Dusun Karya Bhakti, Desa Jeruju Besar, kecamatan Sungai Kakap, Muharam menyesalkan sikap salah satu anggota DPRD Kubu Raya, Zulkarnaen yang seolah-olah tidak mendukung desa Jeruju besar memiliki sebuah SMP.

“Jika statement pak Zulkarnaen yang mengatakan jika letak bangunan SMP 18 tidak sesuai, maka harus menjadi pertanyaan di mana letak yang katanya tidak sesuai,” jelasnya, Jumat (5/8).

Kata Muharam pembangunan sekolah itu didukung oleh masyarakat sekitar, dan hal ini sesuai dengan bukti puluhan warga yang tanda tangan dan melampirkan fotokopi KTP sebagai bentuk dukungannya terhadap pembangunan sekolah itu.

“Saya heran juga mengapa pak Zulkarnaen sebagai anggota dewan tidak mendukung anak-anak kami untuk mendapatkan pendidikan. Janganlah jabatan sebagai dewan lantas membawa nama masyarakat untuk menolak pembangunan sekolah yang notebene sangat diperlukan masyarakat,” ucapnya.

Dirinya berkeyakinan jika yang memborong pengerjaan sekolah adalah anggota dewan itu, dan lahan yang digunakan adalah milik keluarganya, maka dirinya memastikan tidak ada bahasa “Tidak Layak” terhadap sekolah itu.

Dikatakannya, untuk desa Jeruju Besar SMP memang tidak ada, dan baru SMP 18 yang saat ini sedang dibangun, namun diakuinya ada SMP swasta di Jeruju Besar, namun masyarakat tidak mampu untuk memasukkan anak-anaknya di sekolah itu lantaran untuk masuk sekolah harus membayar sekitar Rp8 juta.

“Wilayah ini adalah basis suara dari pak Zulkarnaen, sehingga hak-hak masyarakat untuk memiliki sekolah haruslah diperjuangkan, bukan malah di halang-halangi,” ucapnya prihatin.

Di tempat yang sama, Ketua Rt II Rw IV, Marnawi menyebutkan jika dirinya sebagai salah satu orang yang mengusulkan ke pemerintah pusat agar membangun SMP di Jeruju Besar.

“Pengajuan itu kami lakukan sejak tahun 2014 dan baru tahun 2016 ini dapat di realisasikan,” ucapnya.

Menurutnya, jika memang ada oknum dewan yang mengacaukan pembangunan sekolah itu maka dirinya bersama masyarakat sangat merasa kecewa. Untuk itu Marnawi sebagai bagian dari masyarakat sangat mengucapkan terima kasih dengan pemerintah pusat yang telah merealisasikan sebuah SMP di Jeruju Besar.

Ungkapan yang sama juga dilontarkan oleh pemilik lahan, Jasimin yang sudah menghibahkan lahan seluas satu hektare lebih untuk pembangunan sekolah bagi anak-anak di desa Jeruju Besar.

“Saya sebagai sebagai orang yang menghibahkan nerasa sangat kecewa dengan pernyataan dewan yang mengatakan tempat itu tidak layak. Padahal niat saya baik agar anak-anak kita dapat bersekolah dengan layak,” ucapnya prihatin.

Ruhaida, ketua pembangunan SMP 18 yang ditunjuk oleh pemerintah Kubu Raya, dan seorang PNS menyambut baik pembangunan sekolah itu, sehingga dirinya mengajak semua pihak untuk secara bersama membangun dunia pendidikan.

Terkait dengan pembangunan secara fisik yang menurut Zulkarnaen terkesan menyalahi perencanaan itu dibantah Syahril sebagai konsultan dalam pembangunan sekolah itu.

“Pada saat kunjungan dewan ke lokasi mereka sempat melihat gambar pembangunan, namun gambar itu adalah gambar ilustrasi, sehingga yang dilihat bukan gambar kerja namun gambar ilustrasi,” ucapnya.

Dirinya telah memperlihatkan gambar kerja ke anggota dewan bahwa gambar kerja tidak memakai pondasi batu kali, dan itu ada pertimbangan teknis sesuai dengan kondisi tanah, karena tanahnya bekas kebun kelapa, dan memang pekerjaan berat.

“Masalah cakar ayam yang menggunakan hanya satu lapis, di dalam gambar kerja kita melihat kebutuhan, dan di gambar kerja outputnya ada empat dengan besi ukuran 12, dan setiap perubahan selalu kita lakukan evaluasi yang disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta sesuai dengan pertimbangan teknisnya,” jelasnya.

(Faisal/dd)

Related Posts