Pembangunan Jembatan Melawi II akan Dilanjutkan

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Angin segar kelanjutan pembangunan jembatan Melawi II telah disuarakan pihak Pemerintah Melawi bersama Anggota DPR RI Komisi V dalam kunjungannya ke Melawi beberapa hari lalu.

Tentulah rencana itu disambut baik warga di wilayah seberang Kecamatan Pinoh uatara yang sudah lama mendambakannya.

“Kami sudah sangat lama mendambakan adanya jembatan Melawi II itu. Rencana dan rencana sudah seringkali kami dengar namun belum juga ada realisasinya. Nah, kami ini kami berharap, setelah ditinjau Komisi V dan adanya perencanaan dari pemerintah kabupaten Melawi untuk melanjutkannya pada tahun 2017, maka kami harapkan benar-benar terealisasi, tidak hanya angin segar belaka,” ungkap seorang warga Pinoh Uatara, Sukar, Minggu (7/8).

Menurutnya, jika pembangunan Melawi II dibangun dan benar-benar terealisasi, maka bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga di sana. Baik dari segi penjualan hasil produksi pertanian, perkebunan maupun yang lainnya.

“Selama ini saja kami harus menggunakan jasa motor klotok sebagai sarana penyeberangan. Yang mana ketika kami harus membayar ongkos angkut dan ongkos pikulnya dri air. Misalnya seperti membeli material bangunan, kami harus dua kali mengeluarkan ongkos angkutnya, jelas terbebani sekali,” ucapnya.

Maka dari itu, lanjutnya, warga di Pinoh utara sangat berharap sekali adanya jembatan Melawi II tersebut. Sebagaimana mestinya wilayah Pinoh Utara yang merupakan bagian dai kabupaten Melawi memang sudah seharusnya menikmati pembangunan.

Terpisah, Andika, yang juga warga Pinoh Utara juga menyampaikan hal yang sama. Harapannya, Pembangunan jembatan Melawi II harus dituntaskan. Jangan hanya janji, sebab janji hanya sebatas mengeluarkan ucapan.

“Yang kami perlukan ini adalah bukti nyata. Kami sudah lelah menyeberang menggunakan perahu,” ucapnya.

Tidak hanya itu, tambahnya, aktivitasnya warga disana juga sangat terbatas jika menyeberang mengunakan perahu. Sebab jika aktivitas dijhalani hingga jauh malam, maka jasa penyeberangan tidak lagi ada.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, H. Hinduansyah menyampaikan kepada Komisi V bahwa jembatan Melawi II merupakan persoalan yang sangat mendesak. Jembatan ini memiliki panjang 240 meter dan sudah dikerjakan sejak 2007 dan dilaksanakan secaara bertahap selama 3 tahun .

“Total Anggaran yang sudah habis untuk jembatan Melawi II ini sudah mencapai Rp10 miliar. Namun sejak 2009 sampai saat ini, belum dikerjakan kembali. Kita sudah siapkan, ketinggiannya perlu penyesuai elepasi muka air karena takut nantinya banjir. Hasil konsultan pada 2014 masih diperlukan sekitar Rp50 miliaruntuk jembatan Melawi, dan sudah dilakukan perencanaannya untuk tahun 2017,” paparnya.

Hinduansyah mengatakan, jembatan Melawi II penting untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi. Seperti diketahui 90 persen warga Amabalau, Serawai, Kayan hilir dan Hulu sangat bergantung ke Melawi, karena perdagangannya lewat Melawi.

“Jembatan ini menghubungkan Jalan Provinsi Sintang ke Serawai,” ucapnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi V, Lasarus berkomitmen untuk membantu pembangunan jembatan Melawi II tersebut dengan membantu rangka bajanya melalui APBN. Sementara dalam penganggarannya melalui dana APBD.

“Sudah ada komitmen dengan bupati Melawi untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Melawi II ini. Dari pusat paling maksimal hanya bisa memberikan bantuan rangka baja, karena posisi jembatan yang tidak berada ruas jalan nasional. Pak Bupati tadi bilang akan menghabiska anggaran sekitar Rp55 miliar untuk jembatan ini. Nah, kami bantu rangka bajanya aja,” ucapnya.

(Edi/dd)

Related Posts