12 dari 14 Pelaku Pemerkosa Gadis di Rasau Sudah Diamankan

LBH Peka Tangani Balita Korban Pelecehan Seksual

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com-Polresta Pontianak telah berhasil membekuk 12 dari 14 pelaku pemerkosa terhadap gadis dari desa Rasau Jaya I, kecamatan Rasau Jaya.

Waka Polresta Pontianak, AKBP Veris, menyebutkan, jika pihaknya sudah berhasil membekuk 12 pelaku yang diduga melakukan pemerkosaan, penahanan terhadap pelaku sudah dilakukan untuk waktu kurang lebih 20 hari.

“Terhadap dua pelaku yang masih buron sudah kita terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Mudah-mudah dalam waktu dekat dua pelaku yang kabur dapat segera tertangkap,” harapnya.

Menurutnya, kasus ini menjadi tanggungjawab yang besar dari pihak kepolisian, karena ada atensi dari anggota DPR RI dari Komisi III, yaitu Erma Suryani Ranik, yang telah berkunjung ke rumah korban.

Polresta sendiri, tambah Veris tidak akan tinggal diam, akan tetap support secara maksimal untuk melakukan proses penyidikan terkait dengan perkara itu.

“Kemudian untuk ancaman hukuman akan kami gunakan ancaman hukuman maksimal sesuai yang ada di dalam KUHP, yaitu pada pasal 285 ancaman maksimal yaitu 12 tahu penjara,” jelasnya.

Dikatakannya, lantaran sebagian pelaku pemerkosa berusia dibawah 17 tahun, maka akan ada perbedaan untuk pengadilannya, sehingga dirinya meminta pemahaman dari masyarakat, khususnya kepada korban dan keluarganya.

“Ada aturan khusus yang mengatur hal tersebut. Tetapi yakinlah kalau polisi tidak akan tutup mata dan tinggal diam, terkait dengan kejahatan-kejahatan seperti ini,” terangnya.

Menurut Veris, pihaknya akan bekerja secara semaksimal mungkin untuk menemukan alat bukti bahwa telah terjadi tindak pidana.

Polisi, tambahnya diberikan kewenangan sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap benar atau tidaknya terjadi kejahatan pidana.

‘Kemudian kami juga mengimbau kepada pihak keluarga korban terkait dengan musibah yang dialaminya, dan tentunya menjadi pelajaran bagi kita semua bagaimana menyikapi, tidak perlu kita menyikapi dengan keras, arogansi terkait dengan kejadian ini,” pintanya.

Menurutnya, serahkan penyelesaian kasus ini kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kejadian itu.

Terkait dengan keluarga dari pelaku yang sampai ini masuk ke dalam DPO, dirinya mengimbau agar pihak keluarga kooperatif untuk segera mungkin  menyerahkan pelaku yang masih buron, minimal pihak keluarga pelaku memberikan informasi tentang dimana pelaku berada.

(Faisal/Muhammad)

Related Posts