Anggota DPRD Sambas Setuju Program FDS, Hanya Harus Menyenangkan

Sambas, thetanjungpuratimes.com-Wacana Menteri Pendidikan RI yang akan menerapkan Full Day School (FDS) atau siswa belajar sepenuhnya di sekolah disambut beragam oleh berbagai kalangan. Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Ivandri, menyambut baik wacana dari Menteri Pendidikan tersebut.

Dirinya menilai, dengan begitu siswa akan lebih terarah. “FDS bagus, semoga dapat segera terealisasi di Kabupaten Sambas, maksud dari full day school adalah bukan menambahkan jam belajar reguler untuk siswa. Cuma menambah kegiatanextra kulikuler kepada para siswa,” ujar Ivandri, Sabtu (13/8).

Karena banyak kegiatan extranya, anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Sambas ini menyarankan, untuk membuat atau memberikan kegiatan extrakurikuler yang dapat membuat anak-anak menjadi senang dan menyenangi kegiatan tersebut.

“FDS juga agar anak-anak tidak kelayapan yang tidak tentu arah sehingga mudah dipantau. Kalau saya menyarankan extra kulikulernya menyenangkan, ini untuk apa, agar anak-anak tidak merasa bosan,” katanya.

Menurut Ivandri, agar anak-anak tidak jenuh carilah pelajaran yang tepat guna untuk extrakulikuler.

“Misalnya seperti memperdalam bahasa asing, salahsatunya adalah bahasa Inggris, agar anak-anak bisa berbicara dalam Bahasa Inggris atau bisa juga bahasa asing yang lainnya yang akan berguna bagi anak-anak dalam menghadapi globalisasi,” jelasnya.
Selain pelajaran bahasa asing, para siswa juga bisa diberi kegiatan ekstrakurikuler lain. “Ataupun bisa juga dengan belajar alat musik, sementara bagi yang mau memperdalam agama,¬†misal ingin jadi Hafiz Quran juga dapat dilakukan seperti itu, jadi sekolah yang mengadakan pelajaran extrakulikuler itu,” ungkap Ivandri.

Sedangkan terkait sarana dan prasarana penunjang dalam kegiatan FDS, anggota DPRD Kabupaten Sambas dua periode ini mengatakan, karena merupakan program pusat tentu pemerintah pusat yang harus memenuhi semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Kalau kurang fasilitasnya tentu kewajiban pemerintah supaya sarana tersebut diadakan, karena pendidikan dasar merupakan urusan wajib dari pemerintah daerah. Tentu ini program dari pusat, pastilah nantinya ada bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

(Gindra/Muhammad)

Related Posts