KPU Kalbar Gelar Diskusi Publik Terkait Pilkada

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Barat menggelar diskusi pelayanan publik, di kantor sekretariat KPU Kalbar, Selasa (16/8).

Komisioner KPU Kalbar, Delfinus menjelaskan tahapan pilkada Singkawang dan Landak sudah berjalan baik dan pendaftaran untuk tim pemantau juga telah dibuka sejak 1 Juni 2016 hingga 14 Februari 2017.

Kata Delfinus tugas dari tim pemantau pemilu adalah melakukan pemantauan pada saat pemungutan dan penghitungan suara.

“Dasar data pemilih adalah berdasarkan pemilihan pilpres lalu, serta adanya tambahan daftar pemilih pemula,” jelasnya.

Dikatakannya, pada tanggal 6 hingga 7 Agustus 2016 KPU Kota Singakawang, dan Landak telah membuka pendaftaran calon perseorangan, dari pembukaan pendaftaran calon perseorangan di Landak tidak ada yang mendaftar, sedangkan untuk Kota Singkawang ada tiga pasang calon perseorangan yang mendaftar.

“Dari tiga pasang calon perseorangan dua pasang bakal calon lolos yaitu pasangan Andi Syarif-Nurmansyah, dan Moses Ahie-Amir Fattah, sedangkan satu pasangan perseorangan tidak lolos yakni Ridha-Alnizam,” jelasnya.

Sekarang, kata mantan anggota KPU Kota Singkawang ini adalah tinggal di cek kebenaran administrasi seperti KTP yang telah dikumpulkan seperti dugaan kegandaan, selanjutnya yang tidak memenuhi syarat maka akan dicoret namanya sebagai pasangan calon.

“PPS melakukan pemeriksaan faktual selama 14 hari dengan cara mendatangi pendukung sesuai dengan alamat di KTP, jika ditemui tidak berada di rumah maka akan dikumpulkan, jika masih tidak datang maka akan dipanggil ke KPU, jika masih tidak datang maka KTP orang itu tidak sah sebagai syarat untuk dukungan,” ujar dia.

Dikatakannya, untuk TNI/Polri, dan penyelenggara pemilu tidak boleh memberikan dukungan dengan memberikan KTP kepada pasangan calon perseorangan.

(Faisal/dd)

Related Posts