Ada SOP Terkait Penerbitan Sertifikasi Halal

Pontianak, Thetanjungpuratimes.com Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI Kalbar, Nora Idiya Wati menyatakan pembuatan sertifikasi halal prosesnya sudah ditetapkan dalam Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Seperti kita ketahui halal sesuai syariat islam itu tidak hanya diomongkan tetapi harus benar-benar. Sesuai dengan fakta. Itu yang akan kita lakukan audit dan semua bahannya. Jika dinyatakan halal tapi ada setitik saja yang tidak halal maka semuanya menjadi haram,” terangnya usai acara “Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Proses dan Prosedur Sertifikasi Halal di ruang rapat Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (18/8).

Dirinya selaku pihak yang mengurusi perizinan sertifikasi halal di Kalbar tersebut menyatakan bahwa proses tersebut harus dengan melibatkan audit semua bahan, penyajian dan hal lain yang terkait dengan halal yang sudah ditetapkan komisi Fatwa MUI.

Dikatakannya, proses tergantung pada komitmen pelaku usaha. Ada perusahaan yang baru seminggu mendaftar, sudah menerima sertifikasi halal.

“Saya yakin jika pihak produsen komitmen dan ingin cepat, bisa, karena sertifikasi itu harus dari dua pihak yaitu LPPOM dan produsen,” katanya.

Terkait besarnya biaya pembuatan, dikatakannya itu karena LPPOM MUI dan MUI tidak memiliki anggaran dari APBN maupun APBD. Dan sejak dulu biaya pengurusannya dibebankan pada pelaku usaha.

“Tapi untuk UMKM ada dana yang difasilitasi oleh pemerintah dan besarannya itu antara Rp2,5 juta sampai Rp5 Juta berdasarkan SK yang dikeluarkan LPPOM MUI Pusat,” terangnya.

Bila angka kepemilikan sertifikasi halal masih sedikit, katanya, itu diakibatkan sifat sertifikat yang sukarela. Namun sejak beberapa tahun lalu sudah ada UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Itu menurutnya salah satu pendorong percepatan sertifikasi.

“Penegakan hukumnya juga, banyak yang mencantumkan halal tapi tidak diapa-apakan, padahal tidak punya sertifikasi halal. Sehingga tidak ada efek jera. Baik UU dan penegak hukumnya harus bersinergi,” pungkasnya.

(Agustiandi/dd)

Related Posts