DPR: Masalah Visa Haji Sudah Selesai

CJH Diimbau Segera Urus Paspor

Surabaya, thetanjungpuratime.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Arzetti Bilbina menyatakan persoalan visa haji yang masih terselesaikan 50 persen saat awal pemberangkatan, 9 Agustus itu kini sudah terselesaikan.

“Kami datang untuk melihat langsung masalah yang ada saat pemberangkatan,” katanya di sela kunjungan delapan anggota Komisi VIII DPR RI ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Kamis (18/8).

Menurut anggota FKB DPR RI itu, visa kini bukan menjadi kendala lagi, karena sudah diatasi dengan e-visa secara bertahap. “Khusus Jatim, visa yang belum selesai sekarang 648 eksemplar dari 27.323 calhaj,” katanya.

Namun, ratusan visa yang masih tersisa itu sudah sangat bagus dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Kami memang tidak bisa meminta cepat, karena visa itu kewenangan negara lain,” katanya.

Selain visa, politisi dan mantan model yang sempat jadi sasaran “selfie” para calhaj Kloter 25 itu menyebut masalah lain penyelenggaraan ibadah haji adalah kuota yang terbatas.

“Kita lihat PPIH Jatim memiliki jamaah haji mandiri (kloter penyanggah), sehingga tidak ada kursi kosong dalam setiap kloter, namun jumlah masyarakat kita yang ingin naik haji memang meningkat terus,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta calhaj yang sudah pernah menunaikan ibadah haji untuk mengalah dengan memilih umrah saja. “Pemerintah sudah mempertegas bahwa haji itu sekali, tapi itu memang perlu diatur,” katanya.

Ditanya kuota khusus untuk DPR/DPRD atau pejabat, ia mengaku hal itu sudah diperketat. “Itu sudah dibenahi pelan-pelan, bahkan Ketua DPR saja sudah nggak bisa, kecuali fungsi pengawasan,” katanya.

Terlepas dari pengaturan kuota itu, pihaknya meminta pemerintah untuk terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi guna meningkatkan kuota calhaj Indonesia agar antrean tidak semakin panjang.

“DPR sendiri saat ini sudah berhasil menurunkan biaya beribadah haji serta membenahi fasilitas atau pelayanan, seperti makanan untuk calhaj bisa bertambah menjadi dua kali makan dan penginapan lebih bagus,” katanya.

Senada dengan Arzetti, anggota Komisi VIII dari Partai Nasdem Hasan Aminuddin menegaskan bahwa DPR sudah bisa menurunkan biaya beribadah haji melalui pengurangan “biaya” pesawat terbang.

“Soal kuota, antrean berangkat haji di Jatim sekarang memang mencapai 24 tahun, karena itu kami minta pemerintah untuk lebih tegas lagi dan lebih berani lagi dalam soal kuota,” kata mantan Bupati Probolinggo itu.

PPIH Embarkasi Surabaya mencatat hingga Kamis (18/8) telah berangkat sebanyak 22 kloter yang mengangkut 9.831 orang meliputi 9.721 calhaj dan 110 petugas (4.808 pria dan 5.023 wanita).

“Calhaj yang masih tertinggal di asrama (AHES) ada 11 orang yakni enam orang sakit (perawatan), empat orang pendamping, dan seorang wafat di Rumah Sakit Haji,” kata Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya HM Sakur.

(ant/dd)

Related Posts