Kaum Akademisi Kalbar Dinilai Layak Isi Jabatan Menteri ESDM

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Forum Pemuda dan Mahasiswa Nusantara (FORPMAN) Kalimantan Barat, Bambang Sudharmono mengatakan presiden Joko Widodo telah lalai dalam menyeleksi orang-orang untuk membantunya sebagai menteri di kabinetnya.

“Untuk itu kami dari FORPMAN meminta Jokowi untuk memberikan klarifikasi ke seluruh rakyat Indonesia mengapa memilih Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM yang ternyata berkewarganegaraan ganda,” kata dia melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (20/8).

Menurutnya, klarifikasi dari presiden sangat penting, jangan yang mengklarifikasi melalui Menteri Sekretaris Negara saja, namun harus Jokowi yang melakukan klarifikasi tersebut.

Yang jelas, kata Bambang masalah ini sangat memalukan bangsa Indonesia, dan menjadi pertaruhan nilai kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi-JK.

Bambang mengaku khawatir jika tidak ada klarifikasi dari Presiden, maka yang terjadi suhu politik di Indonesia akan semakin rumit, sehingga akan mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain.

“Presiden Jokowi harus melakukan penataan ulang  peta politik secara nasional dengan cara mengusung poros baru untuk mencari pengganti posisi menteri ESDM yang baru pasca diberhentikan Archandra Tahar karena masalah memiliki kewarganeraan ganda,” pintanya.

Dijelaskannya, untuk meredakan kondisi itu, maka dirinya menilai figur alternatif yang yang sangat pantas dan layak untuk bisa meredakan situasi ini adalah poros dari Kalimantan Barat.

Dirinya menegaskan untuk mengisi posisi menteri ESDM jangan mengambil dari partai politik, namun harus diambil orang dari kalangan akademisi yang ada di perguruan tinggi, karena sosok yang diambil dari parpol maka yang terjadi justru akan terjadi intervensi dari parpol dimana menteri itu berasal.

“Mengapa saya katakan adalah figur dari Kalimantan Barat? Karena di sini, terutama di Universitas Tanjungpura sangat banyak sekali akademisi yang sangat pantas untuk menduduki posisi untuk dijadikan menteri ESDM,” jelasnya.

Dikatakannya, wajar saja keinginan itu dipenuhi, karena Kalimantan Barat juga memiliki hak untuk menuntut ke presiden Jokowi. Apalagi pada Pilpres kemarin Kalbar telah menyumbangkan 70 persen suaranya ke pasangan Jokowi-JK.

“Mengapa akademisi dari Universitas Tanjungpura yang kita dukung untuk menjadi menteri ESDM, karena universitas tersebut menjadi parameter dunia pendidikan di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Menurut Bambang sudah saatnya ada posisi menteri yang diambil dari kalangan akademisi yang berasal dari Kalimantan Barat, sehingga ada sebuah dinamisasi di dalam politik di Indonesia.

Untuk itu dirinya meminta agar para akademisi dari Universitas Tanjungpura untuk melakukan konsolidasi dengan mengusulkan satu nama untuk menjadi menteri ESDM ke presiden Jokowi, apalagi banyak alumni-alumni dari Untan yang memimpin di BUMN, dan lembaga di pusat.

“Menurut saya sudah saatnya Jokowi menoleh para akademisi di Kalimantan Barat, karena di wilayah ini sangat banyak akademisi yang memiliki kompetensi yang lebih dibandingkan dengan daerah lain,” pungkasnya.

(Faisal/dd)

Related Posts