Warga Sekadau Minta Pemerintah Beri Solusi Terkait Larangan Bakar Lahan

Petugas saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Larangan pembakaran hutan dan lahan menjadi dilema bagi masyarakat.

“Kalau hanya melarang tapi tidak ada solusinya bagaimana? Memangnya ada yang mau memberi kami makan,” ujar salah satu warga Sekadau.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau Welbertus Willy mengatakan, dirinya juga mendapatkan keluhan dan aspirasi masyarakat mengenai larangan membakar ladang. Ia mengatakan, pemerintah boleh saja melarang membakar ladang. Namun, larangan tersebut harus disertai dengan adanya solusi.

“Misalnya ada kebijakan lain, ladang satu hektare dibakar sedikit, tidak boleh sekaligus atau bagaimana. Intinya harus ada solusi. Pemerintah boleh saja melarang yang paling penting ada solusinya yang tidak merugikan pihak manapun,” ucapnya.

Sementara itu, menyikapi keluhan masyarakat mengenai larangan membakar ladang Bupati Sekadau Rupinus meminta, adanya kesepakatan tim satgas kabakaran hutan dan lahan (Karhutla), perangkat desa dan masyarakat. Sehingga, kata dia, dengan adanya kesepakatan tersebut masyarakat bisa membakar untuk berladang.

“Jangan dilarang sama sekali. Jangan sampai masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa. Itu kan kasian,” ujarnya.

Orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini mengatakan, masyarakat yang berladang memiliki luasan lahan tertentu,  kecuali lahan yang dibakar dengan lahan yang sangat luas tentu hal itu tidak diperkenankan.

“Kalau bakarnya hanya satu hektare, tapi yang penting bakarnya tidak serempak, tapi royong dan dijaga agar apinya tidak merambat kelahan lain yang berada di sekitarnya,” kata dia.

“Kalau dilarang sama sekali masyarakat mau makan apa?” timpalnya.

Untuk menyiapkan sawah, kata Rupinus tentu tidak mudah apalagi daerah-daerah yang tanah berbukit-bukit. Namun yang terpenting, kata dia, hal itu diawasi dengan membuat aturan.

“Maunya kita jangan dilarang sama sekali,” tandasnya.

(Yahya)

Related Posts