KPP Pratama Pontianak Kampanye Bersama Amnesti Pajak Lewat Donor Darah

Pontianak, thetanjungpuratimes.com -KPP Pratama Pontianak dan Kanwil DJP Kalimantan Barat beserta beberapa bank persepsi (bank penerima penampung uang tebusan) dan bank gateway (bank penampung dana repatriasi) melakukan Kampanye Simpatik bersama tentang Amnesti Pajak, Sabtu (27/8).

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pontianak Nurbaeti Munawaroh menyebut jika kegiatan kampanye itu diselingi dengan donor darah yang dilangsungkan di halaman KPP Pratama Pontianak.

“Kemudian pada hari Minggu 28 Agustus di gelar jalan sehat yang di halaman stadion Sultan Syarif Abdurahman,” ujar dia disela-sela kegiatan.

Menurut Nurbaeti dipilihnya dua kegiatan tersebut bukan tanpa alasan, karena dengan adanya kegiatan itu akan mengundang perhatian masyarakat luas

“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” ujar dia.

Apalagi, tambahnya upaya donor darah yang dilakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan darah dan juga mebantu PMI untuk terus mengampanyekan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup (lifestyle).

Dijelaskannya, begitu pentingnya pajak bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia ini sama pentingnya dengan penderita DBD akut yang memerlukan pasokan darah segar.

Perbedaan mendasar antara donor darah dan pajak pada sifatnya, hampir sama dan memiliki tingkat kegentingan yang sama. Oleh karena itu, lebih jauh program amnesti pajak merupakan usaha untuk mengoreksi kesenjangan. Kalau partisipasinya sukses, akan mengurangi kesenjangan. Kata dia, DJP khususnya KPP Pratama Pontianak serta pihak yang bersama-sama mengadakan kampanye simpatik Amnesti Pajak pun ingin menyuarakan hal yang sama bahwa sudah selayaknya pajak menjadi lifestyle, “Nggak Bayar Pajak Nggak Keren !!”.

“Masyarakat Pontianak yang produktif tentu akan menggerakkan perekonomian di daerah, yang selanjutnya seperti bola salju yang menggelinding diharapkan juga menggerakkan perekonomian secara nasional,” terangnya.

Amnesti pajak, lanjut dia, adalah fasilitas pengampunan pajak yang diberikan bagi seluruh rakyat Indonesia yang karena kesengajaan ataupun kealpaannya selama ini  belum melaporkan harta yang dimilikinya pada SPT Tahunan.

“Sekarang inilah saatnya bagi masyarakat Indonesia yang memenuhi kualifikasi di tersebut untuk memanfaatkan fasilitas tersebut, dengan cukup mengungkapkan harta, membayar uang tebusan maka akan “lunas” dan lega lah segala beban,” pungkas dia.

(Faisal/dd)

Related Posts