Perangkat Desa di Sekadau Diminta Netral dalam Pilkades

86 Desa di Landak akan Ikuti Pilkades Serentak

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Pemilihan kepala Desa di 19 Desa, Kabupaten Sekadau sudah memasuki masa promosi diri atau kampanye sebagai calon kepala desa. Warga berharap agar perangkat desa bisa menjaga netralitasnya.

Hal itu disampaikan Samsu Rajali, selaku ketua Panitia Pemilihan kepala Desa Tanjung kecamatan S Hilir, dalam proses kampanye selama tiga hari pada tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2016 adalah hari yang sangat rentan dan penting untuk mempengaruhi masyarakat.

“Termasuklah perangkat desa, walaupun mereka memiliki hak memilih tentu dalam kapasitasnya sebagai perangkat atau pengurus desa harus tidak memilih secara gamlang atau netral,” ujarnya Minggu (28/8).

Dalam kapasitasnya sebagai ketua pemilihan di desa tanjung yang jumlah pemilihnya mencapai hampir dua ribu orang. Ia sangat menjaga netralitasnya. Apalagi pemilihan pada 3 September mendatang sangatlah menentukan untuk memilih pemimpin yang berkualitas serta bisa membawa desanya menjadi desa yang maju.

“Diharapkan kepada semua pihak yang terlibat dalam proses ini tentu sadar dengan hal itu, Mari kita sukseskan pilkades di kabupaten sekadau yang mantap dan berkualitas serta aman dan terkendali,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pilkades di tahun 2016 ini, memang agenda atau gawai desa yang pertama kali dilakukan. Maka dengan harapan setiap desa yang melakukan pemilihan bisa menjaga ketertibannya.

Sementara itu, Bayu Dwi Harsono, selaku Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Desa (BPMKBPM) Kabupaten Sekadau mengatakan, pihaknya mengimbau semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa di Kabupaten Sekadau bersama-sama menjaga keamanan.

“Lalu laksanakan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Selain itu yang lebih penting lagi jika nanti ada calon kades yang tidak terpilih harus menerima hasil dengan legowo,” ujarnya belum lama ini.

Jika diterapkan asas di atas, kata Bayu sapaan akrabnya, tentu termasuk pada pihak perangkat desa harus menjaga netralitasnya dengan serius.

“Karena kita tentu menginginkan nanti tidak ada kegaduhan, sehingga kades yang terpilih nantinya nyaman membangun desanya dan menjalankan tugasnya dengan baik dan benar,” tukasnya.

(Yahya/dd)

Related Posts