Anggaran Dipangkas, Pemkot Pontianak Alami Defisit Rp67 Miliar

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pemkot Pontianak mengalami defisit anggaran senilai Rp67 Miliar karena adanya pemotongan dana transfer anggaran oleh pemerintah pusat senilai Rp41 Miliar.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan pemangkasan anggaran dari pusat tersebut memaksa pemerintah daerah harus memutar otak.

“Defisit itu kemudian ditutupi separuhnya sehingga sisa defisit Rp26 Miliar. Begitu mencari solusi untuk menutupi sisa defisit itu. Lalu ada pemangkasan anggaran senilai Rp41 Miliar sehingga defisit kembali bertambah senilai Rp67 Miliar,” jelas Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Selasa (30/8).

Akibatnya, Pemerintah Kota membuat kebijakan pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, dan kesehatan tetap diutamakan. Pembangunan pun dilakukan dengan menggunakan anggaran secara multiyears.

“Siasatnya, pembangunan itu akan menggunakan anggaran secara multiyears, dilakukan dalam dua tahun anggaran,” kata Wali Kota Pontianak dua periode itu.

Sutarmidji menambahkan, pembangunan dikerjakan kontraktor dengan sistem hutang. Ketika pembangunan selesai, Pemerintah Kota hanya tinggal membayarnya.

“Mudah-mudahan masih ada kontraktor yang bersedia membangun dulu dan dibayar setelah selesai pembangunannya. Kalau tidak, pembangunan kota akan stagnan, dan itu berakibat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” harapnya.

Kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemkot, dikatakannya penting untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kota Pontianak yang tidak punya sumber daya alam, harus meningkatkan infrastruktur demi perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemangkasan anggaran dan pengetatan anggaran iya, tetapi pembangunan infrastruktur tetap harus dibangun,” pungkasnya.

(Agustiandi/dd)

Related Posts