DAU Ditunda, Pemprov Kalbar Lakukan Penghematan Anggaran

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya mengatakan, pihaknya melakukan penghematan anggaran terkait penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

“Sesuai arahan Gubernur Kalbar, kita akan melakukan langkah penghematan pada semua lini pemerintahan yang ada, setelah terjadinya penundaan DAU yang dilakukan pemerintah pusat,” kata Christiandy di Pontianak, Rabu (31/8).

Dia menjelaskan, hal itu terjadi sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum Tahun anggaran 2016.

Terkait dengan banyak PNS termasuk guru yang khawatir jika honor mereka tidak bayar, dia mengatakan hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena pemprov Kalbar akan melakukan langkah antisipasi untuk itu.

“Kita juga tidak bisa menghindari hal ini, karena ini berlaku untuk seluruh Indonesia. Namun, kita akan melakukan langkah antisipasi untuk mengatasinya,” tuturnya.

Untuk Kalbar, terdapat tiga daerah yang terkena penundaan DAU, diantaranya Sanggau, Ketapang, Kubu Raya dan termasuk Provinsi Kalbar, yang mengalami penundaan DAU dari bulan September hingga Desember.

Untuk Provinsi Kalbar Penundaan DAU sebesar Rp 67 miliar sementara itu Kubu Raya Rp 14 Miliar, Ketapang Rp 41 miliar, Sanggau 15 miliar.

Ia menjelaskan dengan dilakukannya penundaan ini tentunya sangat berdampak bagi daerah termasuk dari sisi pembangunan di Kalbar.

“Sekitar Rp 60 miliar lebih, diteknis pasti berdampak bagi yang volume APBD seperti kita Rp 4 triliun dengan adanya pemotongan sebesar Rp 60 miliar sangat signifikan dampaknya,” katanya.

Pemprov Kalbar melihat kondisi keuangan nasional dari awal pada Mei. Gubernur sudah menginstruksikan semua dinas sekitar untuk melakukan penghematan atau pemotongan sekitar 22 persen.

“Pemotongan anggaran di masing-masing dinas dilakukan seperti mengurangi kegiatan kegiatan dan sebagainya,” katanya.

(Ant/dd)

Related Posts