Hari Jadi Guru Besar Fisipol Untan akan Diisi dengan Dialog dan Peluncuran “Celebratory Book”

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Untan) Prof.Dr.H.Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc sebagai seorang akademisi melakukan hal yang berbeda dalam merayakan hari kelahirannya.

Biasanya kebanyakan dalam perayaan melakukan selamatan dan potong tumpeng.  Tetapi untuk membuat tradisi baru bagi kalangan akademisi dilaksanakan di antaranya dengan reuni dan acara dialog untuk membicarakan isi buku himpunan yang ditulis oleh para kolega dan sahabat yang akan diselenggarakan pada 3 September 2016 di ruang rektorat Untan.

Cara baru itu adalah meminta kolega, sahabat, teman dekat, saudara, mantan mahasiswa dan lainnya untuk memberi ‘hadiah’ berupa tulisan kesan pribadi terhadap yang bersangkutan dan karya ilmiah.

Menurutnya, tulisan-tulisan itu dihimpun menjadi satu buku HUT (Celebratory Book) dan diluncurkan dalam reuni. Pelaksanaan perayaan akademis seperti ini baru dua kali dilaksanakan di Indonesia, di LIPI dan Universitas Riau.

“Yang di Untan ini ketiga kalinya,” ujar Humas Panitia, Holi Hamidun melalui siaran persnya, Kamis (1/9).

Sementara koordinator penulisan buku sekaligus editor, Dr. Phil. Zainuddin Isman mengatakan untuk buku yang akan diluncurkan dalam reuni yang sekaligus seminar  yang dihimpun dari kolega baik yang berisi kesan pribadi penulis kepada ‘SIA’ maupun sejumlah naskah ilmiah memiliki judul Kebudayaan Interaksi Sosial, Konflik dan Rekonsiliasi.

“Isi buku dibagi dalam dua bagian, yaitu bagian pertama berisi kenang-kenangan dari teman, sahabat, para mantan mahasiswa dan teman sejawat/kolega (colleagues) beliau tentang bagaimana sosok dari Prof.Dr.H.Syarif Ibrahim Alqadrie dalam kiprahnya sebagai dosen, ilmuwan dan intelektual,” jelasnya.

Bagian yang kedua, katanya berisikan tulisan ilmiah dari para pakar dan sarjana dari dalam dan luar negeri yang sangat penting untuk dibaca, terutama oleh para mahasiswa.

Menurutnya, dalam buku tersebut berisi 14 karya ilmiah.  Sedangkan untuk penulis kesan pribadi sekaligus penulis karya ilmiah  totalnya sebanyak  65 penulis dengan tebal buku dua sentimeter.

Ia menambahkan  buku tersebut dipersembahkan kepada Bapak Prof.Dr.H. Syarif Ibrahim Alqadrie, M.Sc, yang pada bulan September 2016 genap  berusia 70 tahun, dan akan memasuki masa pensiun sebagai seorang profesor.

Persembahan dalam bentuk tulisan memang sudah menjadi tradisi di banyak tempat dan universitas besar di luar negeri, namun di Indonesia, itu masih  merupakan hal yang baru.

Acara pelepasan seorang Professor dengan menghadiahkannya berupa kumpulan tulisan pribadi kolega dan sahabatnya yang dihimpun dalam sebuah buku himpunan (a celebratory book) dan dikaitkan dengan reuni akbar antar kolega, sahabat, mantan mahasiswa dan kenalan lainnya.

(Faisal/dd)

Related Posts