134 Unit Rumah di Perbatasan Digusur

Sintang, thetanjungpuratimes.com – Sebanyak 134 unit rumah masyarakat yang ada diwilayah perbatasan Indonesia – Malaysia terpaksa digusur karena masuk k edalam wilayah perluasan badan jalan paralel perbatasan sepanjang 200 Kilometer.

 “Jalur jalan paralel perbatasan banyak melintasi wilayah perkampungan sehingga banyak rumah warga yang harus dibongkar karena masuk dalam badan jalan yang akan diperluas, “ ungkap Sekda Sintang, Yosepha Hasna saat menggelar kunjungan kerjanya ke wilayah perbatasan, Kamis(1/9).

Ia mengatakan banyaknya rumah yang terkena dampak dari perluasan jalan paralel perbatasan tersebut karena pembangunan jalan dilakukan mengikuti jalan yang sudah ada sebelumnya dengan lebar 5 meter sehingga dengan adanya perluasan hingga mencapai lebar 25 meter membuat rumah warga terpaksa dibongkar.

“Sebagai contoh sejumlah rumah yang harus dibongkar itu seperti di wilayah Desa Sebetung paluk dengan jumlah rumah yang terpaksa dibongkar sebanyak 32 rumah serta sejumlah desa lainnya juga, “ jelas Sekda.

Yosepha Hasnah yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menuturkan sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat perbatasan yang rumahnya terpaksa dibongkar, pemerintah Kabupaten Sintang akan memberikan bantuan tali asih.

Pemkab Sintang akan memberikan tali asih kepada 134 rumah yang tergusur” terang Yosepha Hasnah.

Selain melakukan peninjauan proses pembangunan jalan paralel perbatasan, Sekda Sintang didampingi sejumlah Kepala SKPD pemerintah Kabupaten Sintang juga menyempatkan diri meninaju sejumlah fasilitas pendidikan yang ada di wilayah perbatasan dan tak luput juga melihat langsung bangunan kelas 5 SDN 16 Sepan Peturau yang akan digusur untuk pembangunan jalan paralel perbatasan.

(Ling/dd)

               

Related Posts