PSDKP Pemangkat Tetap Larang Penggunaan Pukat Trawl

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kepala Satker PSDKP Pemangkat Subagio mengatakan mengenai pukat trawl yang dioperasikan oleh nelayan Lamdas di kabupaten Sambas dari dulu memang sudah tidak diperkenankan.

Kata dia, sebelumnya dulu ada kebijakan istilah Lamdas pengganti penggunakan pukat trawl. Namun diakuinya, kejadiannya di lapangan nelayan lamdas tetap trawl juga namun menggunakan ukuran yang lebih kecil. Alat yang digunakan memang efisien digunakan oleh para nelayan untuk memperoleh hasil tangkapan lebih besar.

“Namun trawl tetap dilarang karena efeknya dapat mengganggu ekosistem ikan,” ujarnya

Langkah terdekat yang bisa diambil yang bisa diusulkan oleh PSDKP adalah memberikan usulan adalah pergantian alat tangkap yang lebih aman atau lebih canggih sehingga dapat melaut lebih jauh sehingga hasil tangkap nanti akan lebih besar.

“Kita sudah menyampaikan hal tersebut mengenai akibat dari penggunaan trawl seperti di sungai duri yang dulunya menggunakan pukat trawl dan sekarang sudah tidak ada ikan dibibir pantai. Intinya kita membuka cara berfikir nelayan,” ujarnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jawai Selatan Hamdi Zahri, menjelaskan berdasarkan aturannya nelayan yang menangkap ikan dengan pukat trawl hanya diperbolehkan minimal 3 mil dari bibir pantai. Namun, hingga saat ini para nelayan trawl masih menangkap ikan jauh dari jarak yang telah ditentukan.

“Ini bukan lagi 3 mil yang dikeluhkan masyarakat. Tapi sekarang nelayan pukat trawl beroperasi hanya 50 meter dari bibir pantai,” ujarnya

Hamdi menuturkan hal tersebut berpengaruh terhadap hasil tangkapan para nelayan tradisional yang hanya mampu menangkap ikan di sekitar bibir pantai.  Menurutnya hal tersebut tentunya akan menyulitkan para nelayan yang memiliki alat tangkap sederhana.

“Pada intinya kami tidak ingin menghapuskan para nelayan dengan pukat trawl. Tapi sebagai nelayan kecil kami hanya ingin mencari makan. Ikutlah aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya

Dijelaskan oleh Hamdi. Jika sebulan nelayan dengan pukat trawl tidak beroperasi. Para nelayan tradisional akan memperolah hasil yang cukup besar. Paling tidak setiap nelayan mampu menangkap udang berkisar enam kilo hingga belasan kilo dengan jumlah pukat sederhan sebanyak sepuluh utas.

Kata Hamdi, beberapa waktu lalu pernah disepakati. Bahwa nelayan pukat trawl masih diperbolehkan paling dekat 1 mil dari bibir pantai seperti di daerah Jawai. Sementara untuk Jawai Selatan jalan tengahnya 1 Km masih melanggar.

(Gindra/dd)

Related Posts