SMPN 2 Belimbing Wakili Kalbar Lomba Adiwiyata Nasional

Melawi, thetanjungpuratimes.com – Kerja keras SMP Negeri 2 Belimbing  menata sekolah berbuah manis. Menjadi sekolah adiwiyata provinsi dan mewakili Kalbar dalam kompetisi Adiwiyata tingkat nasional.

“Bulan Juni 2016 lalu kita menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi,” ungkap Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Belimbing, Budiyanto, Rabu (7/9).

Diceritakan Budiyanto, begitu menjadi sekolah adiwiyata provinsi, tim penilai pun meminta agar sekolah ini mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi sekolah berwawasa hijau ini. Permintaan tim ini disambut baik oleh Budiyanto. Bahkan, dirinya pun menargetkan untuk menjadi sekolah adiwiyata mandiri.

“Target akhir saya adalah menjadikan SMP 2 menjadi sekolah adiwiyata mandiri. Syaratnya harus memiliki sekolah dampingan,” ujarnya.

Budiyanto pun mengintensifkan pembinaan ke sekolah binaan atau sekolah imbas. Selain itu, dirinya pun bekerja keras bersama timnya untuk mempersiapkan administrasi dan memantabkan pembangunan sekolah hijau.

Di sekolah yang dipimpinnya, sudah ada hujan sekolah yang ditumbuhi tanaman jengker (tanaman khas dataran rendah berawa, red). Sekolah yang terletak di Desa Batu Nanta ini juga memiliki kebun tumpang sari. Ada juga kebun tebu dan buah naga.

Di sekolah ini juga bisa dilihat kolam-kolam yang tertata indah. Bahkan, halaman depan juga ditanamai dengan berbagai tanaman  yang membuat sekolah ini asri. Sistem air bersih sekolah juga berjalan dengan baik di sekolah ini.

“Beberapa hari kedapan kita akan menyelesaikan pembuatan kolam rawa. Disitu kita akan tanam tanaman yang bisa tumbuh di air, seperti eceng gondok, teratai dan akan dipelihara ikan disana. Sebab, musim panas sekalipun kolam itu tidak kekuarangan air,” paparnya.

Memang, bila kilas balik kebelakang, tahun 2011 silam, sekolah ini sangat gersang,  halaman sekolah ditumbuhi rumput liar dan tanah merah. Kerja keras Budiyanto dan tim selama 5 tahun bisa menghijaukan sekolah.

“Kalau dulu, awal saya menjadi kepala sekolah sangat gersang. Kami memulai dengan menggusur halaman yang tanah merah. Lalu kami tata dengan tanaman,” ujar laki-laki asal Yogjakarta ini.

Dalam menata, sekolah tidak hanya sendiri, komite sekolah dan siswa pun terlibat aktif dalam membangun. Bahkan, Budiyanto menggandeng pihak luar untuk memberi andil dalam pembangunan, seperti puskesmas, kepolisian dan instansi terkait lainnya.

Bahkan, kata Budiyanto, membangun sekolah hijau ini awalnya diperkenalkan oleh WWF Indonesia. Lalu, WWF Indonesia pun melakukan pendampingan. Pendampingan WWF Indonesia di Melawi bukan hanya SMP Negeri 2 Belimbing, ada 33 sekolah yang diperkenalkan tentang sekolah berwawasan lingkungan. Hanya saja waktu berjalan, hanya SMP Negeri 2 Belimbing yang masih konsisten  membangun sekolah hijau.

“Kalau tidak ada WWF Indonesia mungkin sulit bagi kita untuk bisa mewakili Kalbar dalam kompetisi Adiwiyata Nasional. Kita sangat apresiasi berbagai pihak yang membantu. Semua pihak yang membantu sangat berarti bagi memajukan sekolah ini,” pungkasnya.

(Edi/dd)

 

Related Posts