Prostitusi Online Rerata Berbentuk Sindikat

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pontianak, Darmanelly menyebut kasus prostitusi online bentuknya sindikat, sehingga sulit untuk diendus.

Kata dia, pihaknya pada tahun 2016 belum menangani kasus prostitusi online .

“Mungkin mereka tidak mengadu ke kita karena mereka tidak merasa dirugikan,” ujarnya, Sabtu (10/9).

Ia menceritakan pada tahun lalu, ada kasus prostitusi online. Awalnya seorang korban, namun dalam beberapa jangka waktu kemudian si korban tersebut justru bertindak sebagai pelaku. Perempuan yang “dijual” kemudian “menjual” rekannya sendiri.

Maka dari itu, pihaknya sendiri gencar melakukan sosialisasi kepada remaja dan masyarakat terkait hal tersebut. Demikian pula dengan sosialisasi kesehatan alat reproduksi remaja agar lebih bertanggung jawab dalam menggunakannya. Termasuk dalam penggunaan internet.

“Di Kota Pontianak ada Komisi Perlindungan Aids, salah satu penyumbang HIV/Aids itu kan dari prostitusi, mereka punya penjangkau mencegah terjadinya hubungan seksual seperti itu.  Kemudian juga Satpol-PP rutin merazia rumah kos dan penginapan yang disalahfungsikan,” pungkasnya.

(Agustiandi/dd)

Related Posts