Ruangan Radio Kayong Utara Terbakar

Kayong Utara, thetanjungpuratimes.com – Akibat hubungan arus pendek listrik ruangan  penyiaran Radio Kayong Utara (RKU), hangus terbakar pada Jumat pagi (16/9).

Dari keterangan Penyiar Radio sekaligus penjaga Emi mengatakan dirinya baru mengetahui kebakaran sekitar Pukul 07.00 pagi. Yang mana pada waktu itu, penyiar yang bernama Oca ingin melakukan siaran, dan meminta kunci ruangan siaran kepada dirinya, dirinya pun lantas memberikan kunci ruangan siaran kepada Oca, namun setelah diberikan kunci, penyiar yang bernama Oca tersebut kembali lagi ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi siaran, mengatakan bahwa ruangan siaran yang korslet tersebut mengalami kerusakan parah, dirinya pun langsung mengecek ke lokasi ruangan, dan ternyata ruangan tersebut beberapa bagian habis terbakar.

“Saat itu Oca mau siaran, jadi saya bilang lewat sms kita belum bisa siaran besok pagi karena listrik di Radio korslet, Cuma jam tujuh kurang dia datang ke sini lagi, datang saya kasikan kunci, dia langsung melihat (ke ruangan.red) habis itu datang lagi ke rumah, saya lihat kakinya hitam, dia bilang kenapa korsletnya separah ini, saya langsung masuk ke dalam, saya lihat dindingnya sudah terbakar, terus AC nya juga terbakar,” ujar dia.

Sebelum terjadi kebakaran, pada pukul 16.55 WIB daerah Sukadana memang terjadi pemadaman listrik, akibat pemadaman, diakui Emi memang sempat membuat listrik di Radio Kayong Utara berbalik (lemah tegangan), sehingga siaran tidak dapat dilakukan, dirinya pun mencoba menyampaikan permasalahan ini kepada atasannya, namun atasannya menyarankan untuk menghubungi teknisi radio.

Teknisi radio pun mencoba membongkar stut listrik, dan mengatakan bahwa stut tersebut terbakar, dan mengganti dengan stut yang baru, namun saat ingin memasang kembali teknisi tersebut tidak dapat memasang kembali dengan alasan satudiantara kabel yang ada pendek.

“Sore semalam, (Kamis, 15/9) ada mati lampu, terus lampunya menyala sekitar Pukul 16.55 terus menyala lampunya sekitar Pukul 18.50 WIB. Pas waktu menyala, mati lagi karena bebalik, saya telpon pak Lahwan atasan saya, beliau ada di Ketapang terus saya disuruh telephone pak Sa’ban, beliau ternyata ada di Jakarta, terus saya diarahkan menelphone pak Samsudin selaku teknisi, saya telephone dia kalau listrik di studio padam, berselang 1 jam beliau datang, langsung masuk  ke studio, dirinya langsung mengecek, dia bilang stut di dalam itu korslet, terbakar. Dia minta uang untuk beli stut 120 ribu, pas sudah beli dia masuk lagi ke studio, dia minta bantuan sama suami saya, dia minta sentarkan mau bongkar stutnya, di bongkar memang terbakar tapi setelah di buka dia bilang sama suami saya sama saya bahwa dia tidak bisa masangnya, dengan alasan kabelnya pendek dan ini  tanggungjawab dari PLN,” jelasnya.

Karena tidak kesanggupan pihak Teknisi Emi pun mencoba menghubungi pihak PLN, namun pihak PLN mengaku tidak dapat menyanggupi karena stut tersebut sudah diganti. Setelah pihak PLN pulang karena tidak berani mengecek stut yang ada, dirinya bersama suami beberapa kali mengecek Radio Kayong Utara, namun hingga pukul 24.00 WIB tidak ada kejadian aneh, karena diakuinya dirinya hanya melihat dari luar, tidak mengecek ke beberapa ruangan yang ada di Radio. Baru lah diketahui ada satudiantara ruangan yang terbakar pada pukul 07.00 WIB.

(Rizal/dd)

Related Posts