Sutarmidji Pejabat Pertama di Kalbar yang Ikuti Program Amnesti Pajak

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyampaikan deklarasi harta kekayaannya untuk mendukung ‘tax amnesty’ (pengampunan pajak) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pontianak, Senin (19/9). Ia merupakan pejabat pertama di Kalbar yang mendeklarasikan aset miliknya.

“Karena ini sifatnya self assessment, jadi tergantung pada yang bersangkutan. Pak Wali Kota sudah declare sendiri. Setahu saya, beliau pertama kali untuk kalangan pejabat di Kalbar yang melakukan deklarasi aset atau harta kekayaannya,” ujar Kakanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalbar, Slamet Sutantyo.

Self assessment adalah menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban dan hak perpajakannya berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan. Ia mengimbau seluruh pejabat, pengusaha dan masyarakat untuk ikut berperan serta dalam tax amnesty dengan melaporkan harta atau aset yang belum dilaporkan atau pada waktu perolehannya belum dikenakan pajaknya.

Menurut data per 18 September 2016, uang tebus tax amnesty di Kalbar sudah mencapai Rp 116 miliar. Untuk itu, Slamet mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan program pengampunan pajak ini sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang tax amnesty. Apalagi, mereka hanya membayar pokok utang tanpa membayar sanksinya.

“Sanksinya kita bebaskan, pokok utangnya saja yang dibayar,” terangnya.

Setelah melunasi pokok pajak, selanjutnya yang bersangkutan declare harta kekayaan yang dimilikinya, kemudian membayar uang tebus dua persen, maka ia akan terbebas dari semua sanksi. Sanksi yang dimaksudnya adalah penyitaan, pemblokiran rekening, bahkan penyanderaan.

“Kalau memang dia membayar pokok utang, ikut tax amnesty, maka harta milikinya tidak disita, rekening banknya tidak diblokir dan ia tidak dikenakan penyanderaan. Ia terbebas dari semua sanksi perpajakan,” jelas Slamet.

(Agustiandi/dd)

Related Posts