Tanam Perdana Padi Rendengan di Nanga Awin

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu bersama Kodim 1206/Putussibau sudah berhasil mewujudkan target pembukaan cetak sawah 1500 Hektare, program Kementerian Pertanian dan TNI-AD.

Kini cetak sawah tersebut memasuki masa tanam dan secara simbolis dimulai oleh Bupati Kapuas Hulu AM Nasir dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero beserta Forkompinda setempat di desa Nanga Awin, kecamatan Putussibau Utara, Senin (19/9).

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perternakan Kabupaten Kapuas Hulu, Abdurrasyid mengatakan, kegiatan gerakan tanam padi musim tanam rendengan ini sengaja dilakukan secara khusus di zona Lintas Utara. Ini sebagai wujud realisasikan kegiatan Kementerian Pertanian dan TNI-AD.

“Target cetak sawah itu 1500 Ha sudah terselesaikan di 10 kecamatan tersebar. Dari keseluruhan itu ada 55 kelompok tani yang akan menanganinya,” papar Rasyid disela kegiatan tanam padi.

Adanya pembukaan cetak sawah ini, kata Rasyid adalah wujud keseriusan pemerintah meningkatkan produktifitas pertanian dengan menegedepankan teknologi pertanian. Disisi lain, penggarapan sawah itu sendiri terkait dengan pencapaian target swasembada pangan di tahun 2017 yang harus tercapai.

“Jadi dengan 1500 Ha cetak sawah di Kapuas Hulu diestamsikan bisa menghasilkan 5250 ton gabah kering giling. Ini akan mencukupi kebutuhan beras 35.315 ton untuk 252.064 jiwa masyarakat Kapuas Hulu,” ungkap Rasyid.

Untuk pencapaian maksimal produksi padi, kata dia Pemerintah perlu menyelesaikan permasalahan di sektor pertanian. Selain terkait bibit dan pupuk, juga termasuk sistem irigasi.

“Irigasi dan bendungan kondisinya banyak yang rusak dan tidak berfungsi. Di sisi lain ada keterbatas pemberian benih unggul, pupuk dan kebutuhan lainnya yang terkait produksi pengembangan padi. Belum lagi terbatas dana untuk upaya pendampingan dan pengawalan para kelompok tani,” keluh Rasyid.

Sementara itu Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir menegaskan, sektor pertanian adalah salah satu fokus utama pemerintahan Indonesia. Dari Kementerian Pertanaian sendiri berupaya keras agar Indonesia mampu mengatasi kebutuhan beras dalam negeri.

“Terkait pertanian kita sudah ada instruksi Presiden bahwa impor ini perlu diatasi. Dari itu kita upayakan cetak sawah, namun ini butuh perancanaan yang tepat,” tegasnya.

Indonesia memang lebih dulu merdeka dari Thailand, tapi dalam urusan beras, kata Nasir, Thailand justru ekspor ke Indonesia.

“Di sana semua sempurna, petani fokus bertanam pemerintah yang bantu pemenuhan. Ini yang perlu kita jadikan contoh untuk merubah maindset di masyarakat Kapuas Hulu, karena kadang kala hasil kerja emas itu lebih menarik masyarakat dan tanam padi ditinggalkan, padahal hasil kerja emasnya tidak tentu,” terang Bupati.

Kapuas Hulu sendiri, diakui Nasir ada zona yang cocok untuk sawah, ada juga yang tidak karena susah pasokan air. Kalau tidak cocok untuk padi, masyarakat bisa menggarap lahannya untuk tanam ubi kayu atau pun jagung.

“Kalau ubi, kita sudah luncurkan pabrik moka untuk akomodir ubi kayu dari masyarakat,” ujarnya.

Kalau untuk pengembangan jagung, kata Bupati, Kementerian Pertanian sudah setuju kembangkan jagung di Kapuas Hulu. Mereka akan tampung program itu di tahun 2017. Di sisi lain ada juga yang akan bantu Kapuas Hulu ekspor jagung ke Malaysia, ini dari investor asal Gorontalo mau bantu ekspor tersebut.

“Jadi kedepan kita perlu usaha bersama memanfaatkan semua lahan yang ada, lahan mati atau tidur harus kita garap,” ungkap Nasir.

Disisi lain, Pemkab Kapuas Hulu perlu titipkan dana di BUMD sehingga bisa tampung hasil pertanian masyarakat.

“Kalau tidak ada penampung, nanti masyarakat anggap komoditi itu tidak laku dan ditinggalkan. Ditengah kesulitan ekonomi pemerintah kita saat ini, butuh komitmen bersama untuk sama-sama bekerja keras untuk membangkitkan kekuatan pangan,” tegas orang nomor satu di Bumi Uncak Kapuas ini.

(yohanes)

Related Posts