Warga Desa Nanga Awin Mulai Tinggalkan Sistem Ladang Berpindah

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kecamatan Putussibau Utara merupakan salah satu kecamatan yang menjadi projek pembukaan cetak sawah dari kerjasama Kementerian Pertanian dan TNI-AD.

Pihak kecamatan Putussibau Utara menyatakan dengan adanya pembukaan cetak sawah itu, pemikiran masyarakat setempat mulai terbuka. Sebagian besar masyarakat sudah beralih dari pembukaan ladang ke persawahan.

“Masyarakat desa Nanga Awin ini mulai tinggalkan ladang berpindah, sehingga tidak ada karhutla. Mereka lebih pilih ke tanam padi dengan pola persawahan,” ucap Hermanus, Camat Putussibau Utara, Senin (19/9).

Dipaparkannya, desa Nanga Awin memiliki luas 183 Km persegi dan terdiri dari 31 Kepala Keluarga. Dari jumlah penduduk tersebut 90 persennya adalah petani dengan sitem ladang dan sawah.

“Untuk Putussibau Utara sendiri dapat 110 Ha cetak sawah yang nantinya bakal dikelola kelompok tani Segulain, Awin Permai dan Semalan. Ada 150 petani yang tergambung pada tiga kelompok ini,” tutur Hermanus.

Dari total cetak sawah yang ada, 50 Ha diantaranya sudah dimanfaatkan. Rician pemanfaatan tersebut adalah 40 Ha oleh petani Segulai, 10 Ha oleh petani Awin Permai, sedangkan Semalan belum sama sekali.

“Kalau luas 60 Ha cetak sawah yang belum terpakai 13 Ha-nya di kelompok Segulai, 9 Ha di kelompok Awin Permai dan di kelompok Semalan ada 38 Ha,” rinci Hermanus.

Sawah yang dibangun TNI-AD dan Dinas Pertanian ini sifatnya tadah hujan, saat hujan air berlimpah, tapi saat kemarau kering, jadi butuh irigasi yang baik. Masalah irigasi tersebut butuh sistem pompanisasi dan pipanisasi yang baik ke lahan persawahan.

“Kami harap setelah ini ada sistem pompanisasi yang baik,” tegasnya.

Respon positif terkait pembukaan cetak sawah tidak hanya dari masyarakat desa Nanga Awin, tetapi juga dari desa Sungai Utik. Masyarkat Sungai Utik bahkan mengusulkan agar pembukaan sawah dapat dilakukan pada 400 Ha lahan yang disiapkan masyarakat.

“Sampai saat ini banyak masyarakat yang minta tapi jatah sudah habis. Karena lahan sawah itu dibuat di tanah masyarakat tanpa mereka keluar biaya, mereka jadi mengharapkan dilanjutkan kedepan. Sui Utik bahkan minta 400 Ha, mereka sudah usulkan ke kami,” terang Letkol Inf Budiman Ciptadi, Komandan Kodim 1206/Psb.

Dikatakan Dandim, program cetak sawah di Kapuas Hulu sudah selesai 31 agustus lalu, total 1500 hektar.

“Kami harapkan masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang sudah dicetak, maksimalkanlah yang sudah ada  jangan berpindah lagi dan bakar ladang lagi,” imbau Budiman.

(yohanes/dd)

Related Posts