Untan Tuan Rumah Seminar Nasional “Food And Drug in Chemistry”

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menjadi tuan rumah dalam Seminar Nasional “Food And Drug in Chemistry” (Bahan Kimia pada Obat-obatan dan makanan) di aula Rektorat Untan lantai tiga, pada Senin (19/9) siang.

Dalam Seminar tersebut terdapat tiga pemateri yang merupakan dosen kimia Fakultas MIPA Universitas Diponegoro, Semarang Dr Agustina LN Aminin dan Dosen Kimia Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak, Rudiyansyah PhD dan Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Pontianak, Corry Panjaitan.

Dalam materi yang disampaikan pada seminar tersebut, Agustina memberikan saran kepada mahasiswa yang tinggal di asrama atau kos untuk mengurangi makanan-makanan yang sifatnya instant.

“Selain itu konsumsi buah lokal untuk pola hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Rudiyansyah mengatakan, bahwa tanaman ganja mempunyai dampak positif ada juga dampak negatifnya.

“Jika digunakan oleh dokter maka tanaman itu sangat bermanfaat, sedangkan bila digunakan yang bukan dalam konteks di luar itu tidak dipungkiri dapat disalahgunakan,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Panitia acara mahasiswa jurusan kimia, Fakultas MIPA Untan Pontianak, Yatim Mustaqim, menambahkan, pihaknya memberikan edukasi mengenai makanan yang baik untuk mahasiswa yang tinggal di asrama maupun kos.

Yatim mengatakan, inti dari seminar adalah anak kos sebaiknya menjaga pola makan, selain itu memberikan penjelasan mengenai vaksin-vaksin yang tidak baik dan penjelasan mengenai izin produk Badan Pengawas Obat dan Makanan.

”Semoga acara ini terlaksana dengan baik dan sukses hingga akhir kegiatan,” harapnya.

Sementara itu, Mahasiswa Himpunan Departemen Kimia Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Muhammad Arief Darmawan, mengatakan, mahasiswa dapat mengetahui bahwa makanan dan obat-obatan yang dimakan dapat mengandung bahan kimia.

“Mahasiswa menjadi lebih tau akan hal ini khususnya mahasiswa kimia,” jelasnya.

Arief berharap, keilmuan kimia bisa berkembang dan mahasiswa kimia bisa menjadi pelopor kimia di Indonesia.

“Karena masih banyak bahan-bahan yang ada di alam yang bisa diolah dan dikembangkan,” tutupnya.

Dalam acara ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa kimia dari universitas yang ada di seluruh Indonesia.

(Kurniawati/Muhammad)

Related Posts