Pelaku Pencabulan Anak di Sekadau Dituntut 15 Tahun Penjara

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Proses persidangan kasus pencabulan bocah berusia 3,9 tahun di Kecamatan Sekadau Hilir masih menunggu putusan hakim.

Sebelumnya, Bemo (bukan nama sebenarnya) telah melakukan pencabulan terhadap Mawar (bukan nama sebenarnya) yang berusia 3,9 tahun. Tindakan bejat pria 20 tahun itu justru dilakukan terhadap anak tetangganya sendiri yang dilakukan pada, Minggu (15/5) lalu.

Aksi tersebut dilakukan di rumah terdakwa saat korban bermain. Perbuatan itu terbongkar setelah ibu korban hendak memandikan anaknya, tapi si anak melarang membersihkan kemaluannya lantaran sakit.

Kemudian, korban menceritakan perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh terdakwa kepada orang tuanya. Keluarga juga sempat membawakan korban ke RSUD Sekadau untuk divisum. Tak terima dengan perbuatan tersangka, keluarga akhirnya melaporkan tersangka kepada pihak berwajib dan terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sekadau Andi Salim menuturkan, terdakwa memang masih berkelit. Berdasarkan fakta persidangan, kata Andi, bocah tersebut yang memukul kemaluannya karena ingin melihat handphone yang ada ditangan terdakwa.

“Bukan dipegang, tapi dipukul karena mau melihat handphone itu tadi. Karena terangsang setelah menonton video erotis yang ada di handphonenya, terdakwa lalu mengangkat bocah tersebut,” ungkap Andi, Jumat (23/9).

Dikatakan Andi, terdakwa akan dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU). Tuntutan tersebut merupakan tuntutan maksimal yang dituntut oleh JPU.

“Kecuali ada pemberatan atau pengulangan. 15 tahun penjara tuntutannya tapi keputusan hakim belum tahu nanti bagaimana,” kata dia.

Andi mengatakan, semula memang orang tua korban tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan terdakwa terhadap anaknya. Apalagi, orang tua korban dan terdakwa sudah seperti keluarga dan tinggal bertentangga.

“Anak itu bermain seperti bisa sebelumnya, sehingga dengan adanya kejadian ini membuat orang tua korban tidak percaya. Hingga saat ini sudah sidang tuntutan, masih menunggu putusan,” pungkasnya.

(Yahya/dd)

Related Posts