Pemkab Kapuas Hulu Terus Benahi Permasalahan Sampah

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Agar dapat meningkatkan kualitas kebersihan kota Putussibau, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu pun fokus membenahi manajemen persampahan.

Kabid Penyehatan Lingkungan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu, Syarif Usmardan mengakui, sebelumnya pengelolaan persampahan di Putussibau tidak maksimal dan itu membuat peringkat kebersihan kota Putussibau jauh dibawah kabupaten lain.

“Memang benar, Kapuas Hulu ini kemaren peringkat 2 dari terakhir untuk kebersihan kota. Dari itu kita targetkan peringkat itu naik,” tegasnya pada Minggu (25/9).

Pria yang keseharian disapa Mardan ini menjelaskan, hal yang menjadi kelemahan kebersihan kota Putussibau adalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Skor untuk ketersediaan TPA itu sendiri paling tinggi.

“Sementara kita ini tidak ada TPA, yang ada sekarang itu memanfaatkan tanah dari pihak ketiga, bekas tambang batu dulu. Untuk itu kita perlu siapkan TPA dengan manajemen yang lebih baik juga,” ujarnya.

Sebagai daya dukung kebersihan Putussibau, kata Mardan pihaknya bersuaha melakukan perbaikan secara sistemik, mulai dari petugas kebersihan, alat, prasarana dan masyarakat umum.

“Empat hal ini sudah kami libatkan semua,” paparnya.

Untuk tenaga kebersihan khusus sampah, kata Mardan sudah ada sekitar 30 orang. Keseluruhan tenaga kebersihan itu pun telah diatur secara aktif. Selanjutnya ada juga upaya eksisting, dimana ada 9 TPS yang dimaksimalkan untuk menampung sampah dari masyarakat.

“Penempatan TPS memang agak kacau kemaren, tapi sekarang tidak lagi. Masyarakat juga telah berperan aktif, mereka sudah mau menyimpan sampah di TPS yang tersedia,” ungkap Mardan.

Terkait dengan dukungan alat, kata Mardan akan ada penambahan yang dianggarkan oleh Pemkab dan DPRD Kapuas Hulu. Sebab alat kebersihan yang ada saat ini sudah banyak rusak, baik itu truk, amrul dan alat berat untuk menata TPA.

“Tahun ini kami sudah yakinkan dewan untuk menganggarkan 1 umrol dan 1 dump truk, sebab yang ada saat ini ada yang kurang baik. Kemudian ada juga beko-loader dianggarkan Pemkab Kapuas Hulu, itu untuk persiapan TPA. Untuk operator bekoloader itu kami akan latih dua orang,” tutur Mardan.

Selanjutnya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang juga akan melakukan studi banding ke kota yang sudah mampu mengatur permasalahan sampah dengan baik. Kata Mardan, hal tersebut penting untuk refrensi pengelolaan sampah di Putussibau.

“Kita akan studi lagi untuk mencari refrensi. Kami akan bawa para pengelola sampah dan pihak terkait,” tutupnya.

(yohanes/dd)

Related Posts