OJK Minta Kemenkominfo Tutup Website Investasi Bodong

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI, Muliaman D Haddad, di Pontianak, Senin (26/9) menyebut banyak laporan dari masyarakat terkait dengan investasi yang justru merugikan.

“Banyaknya investasi yang bodong harus menjadi perhatian kita semua, karena jika tidak ada upaya pencegahan, maka akan merugikan masyarakat yang masih awam tentang investasi,” ujar dia.

Kata dia terkait dengan pengawasan investasi bukan hanya tugas dari OJK dan BI sendiri namun juga kementerian agama, karena penawaran investasi itu melibatkan tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk dijadikan tameng dengan harapan masyarakat percaya, dan mau berinvestasi.

“Harus kita urai masalah ini, dan jangan sampai kita tertipu. Karena banyaknya laporan dari masyarakat baik ke OJK pusat, maupun OJK di daerah yang tentunya laporan itu berbeda-beda,” sebutnya.

Apalagi, katanya banyak investasi yang menawarkan kepada masyarakat melalui dunia maya atau internet, yang kebanyakan bersifat menipu warga. Untuk itu, tambah Hadad pihaknya sudah memberikan data kepada Kementerian Kominfo untuk menutup website investasi bodong tersebut.

Haddad juga meminta kepada masyarakat untuk lebih teliti dan jeli dengan ajakan investasi. Apalagi investasi yang ditawarkan menjanjikan keuntungan yang sangat tidak masuk akal.

“Terkait dengan banyaknya investasi bodong, saya mengimbau agar sudah saatnya masyarakat melek, sehingga tidak mudah untuk di tipu,” pungkasnya.

(Faisal/dd)

Related Posts