OJK Minta Satgas Waspada Investasi di Kalbar Bekerja Cepat

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI, Muliaman D Hadad juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah daerah Provinsi Kalbar yang telah berupaya untuk membenahi pelayanan keuangan di Kalbar.

“Artinya ada sebuah tekad yang bulat dari seluruh dari pimpinan daerah, dan masyarakat untuk mendorong layanan keuangan bisa sampai ke pelosok desa dengan diterima oleh masyarakat kecil yang memang menjadi prioritas di daerah,” jelas dia saat acara Peresmian dan Pengukuhan tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, dan Satgas Waspada Investasi dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, di pendopo Gubernur, Senin (26/9).

Dirinya berharap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah yang sudah terbentuk untuk segera bekerja dan mencari kendala yang dihadapi dalam masalah pelayanan keuangan di lapangan serta menyelesaikannya dengan cepat.

“Mestinya kalau ada isu harus secepatnya dibahas, yang selanjutnya dapat diciptakan model-model yang bagus, syukur-syukur dapat diciptakan model di Kalbar ini yang nantinya dapat dicontoh oleh daerah lainnya di Indonesia bagaimana membuka layanan akses keuangan itu,” sebutnya.

Ditambahkannya, terkait dengan satgas Waspada Investasi sejatinya suatu daerah memang harus memilikinya, karena berkaca pada kasus-kasus investasi bodong yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

“Nah ini perlu kita ingatkan, perlu kita lindungi, dan tentunya akan kita libatkan penegak hukum karena jika ada tindakan pidana, dan ini juga perlu kerjasama dengan lembaga yang memberikan izin yang kadang-kadang sudah memberi izin langsung selesai saja, padahal izin itu sering disalah gunakan,” katanya.

Menurut dia lagi, hal tersebut perlu dimonitor oleh Satgas, dan tentunya satgas harus memasang mata dan telinga serta mendengar keluhan-keluhan dari masyarakat untuk di pelajari dan ditindak lanjuti, karena kepentingan masyarakat harus dilindungi terutama masyarakat yang belum memiliki pengetahuan di bidang keuangan yang kadang-kadang menjadi sasaran empuk dari layanan-layanan produk investasi keuangan.

(Faisal/dd)

Related Posts