213 Pekerja Anak di Mempawah Kembali Bersekolah

Ilustrasi sekolah

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Selama tiga tahun sejak 2014-2016, Pemerintah Kabupaten Mempawah berhasil mengembalikan 213 orang pekerja anak ke bangku sekolah.

Di tahun 2014, sebanyak 37 anak kembali ke bangku sekolah dan 23 lainnya diikutkan ujian kesetaraan paket. Di tahun 2015, 49 anak kembali ke bangku sekolah dan 41 lainnya ikut ujian paket. Di tahun 2016, 24 anak kembali ke bangku sekolah dan 39 lainnya diikutkan ujian paket.

“Kita tidak ingin ada anak-anak yang wajib sekolah itu bekerja. Tapi kalau dia sekolah sambil bekerja, itu tidak masalah. Jadi jangan sampai dia meninggalkan bangku sekolah dan hanya bekerja. Itu sasaran yang ingin kita capai,” kata Sekretaris Daerah Mochrizal di sela pertemuan Komite Aksi Penghapusan Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak (PBPTA) di Aula Kantor Bupati Mempawah, Selasa (27/9).

Mochrizal mengatakan persoalan pembinaan terhadap anak tidak terlepas dari pendidikan. Bahkan, menurutnya, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah menjadikan aspek pendidikan sebagai motto daerah. Dia menyebut Pemerintah Kabupaten Mempawah mengutamakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sehingga bisa mengangkat sumber daya alam (SDA).

“Jadi yang kita perlukan untuk membuat manusia berkualitas tidak ada lain hanyalah melalui pendidikan,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan selama ada Tim Komite Aksi Daerah PBPTA di Kabupaten Mempawah sejak tahun 2011, sudah lebih dari 200 pekerja anak yang berhasil dikembalikan ke dunia pendidikan.

“Semuanya sudah disalurkan kembali ke sekolah-sekolah dan bahkan ada yang sudah tamat SMU maupun SMK,” sebutnya.

Mochrizal berharap ke depan kegiatan yang berkaitan dengan anak akan lebih banyak lagi. Sehingga, bermanfaat bagi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Karena, menurut dia, masalah kemiskinan muncul sebab rendahnya tingkat pendidikan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan pengurangan pekerja anak, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang bekerja yang seharusnya sekolah. Dengan didukung komite aksi PBPTA, maka Kabupaten Mempawah diharapkan bisa bebas pekerja anak sebelum tahun 2022,” tuturnya berharap.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mempawah, Burhan, mengungkapkan pihaknya masih akan terus turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan pencarian anak-anak di bawah umur yang masih bekerja. Baik di perusahaan maupun secara informal.

“Mereka nantinya akan kita bawa dan dimasukkan sebagai peserta kegiatan pengurangan pekerja anak dalam mendukung program keluarga harapan atau PPA-PKH di tahun 2017,” katanya.

Dia menerangkan kegiatan PPA-PKH dilaksanakan dalam tiga tahap. Dimulai dari tahap prashelter, yakni mencari calon peserta. Kemudian tahap pendampingan di shelter. Dan ketiga, tahap pasca shelter.

”Selama tiga tahun pelaksanaan PPA-PKH mulai 2014-2016, kita bisa mengembalikan sebanyak 213 pekerja anak ke dunia pendidikan,” terangnya.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dissosnakertrans Mempawah, Tri Djatiningsih, menjelaskan komite aksi di Mempawah terbentuk pada 2011 dan mulai bekerja pada 2012. Ia menuturkan komite giat melakukan pendataan ke sejumlah lokasi di kecamatan.

“Di lapangan kita melakukan kegiatan pendataan sekaligus sosialisasi. Apa itu pekerja anak dan apa itu anak yang bekerja. Kedua hal itu berbeda. Ada perbedaan mendasar. Kalau anak yang bekerja, itu tetap bersekolah. Hanya membantu orang tua saja. Tapi kalau pekerja anak, maka full tidak sekolah. Kita sudah kunjungan ke lima kecamatan,” tuturnya mengungkapkan.

Tri menegaskan pihaknya akan mendatangi kecamatan di mana terdapat lokasi yang banyak pekerja anak. Menurut dia, kegiatan harus tetap dilaksanakan karena masih cukup banyak pekerja anak. Tri mengungkapkan dukungan terhadap komite aksi juga terus berdatangan dari berbagai pihak. Hal itu di antaranya karena kerap terjadi perilaku menyimpang yang menimpa anak-anak usia sekolah.

“Jadi tetap harus berlanjut agar tetap bisa mendeteksi semua bentuk pekerjaan terburuk anak di Mempawah,” pungkasnya.

(Hamzah/dd)

Related Posts