Tuntutan Pemberhentian Dekan Dan Wakil Rektor Salah Alamat

Konfrensi pers Dekan Teknik bersama Wakil Rektor III terkait demo mahasiswa teknik/ Foto : Syafarudin Ariansyah

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Tuntutan mahasiswa pengunjuk rasa yang meminta agar Rektor mencopot Dekan Fakultas Teknik dan Wakil Rektor III tidak tepat dan salah alamat.

Dekan Fakultas Teknik Rustamaji mengatakan kalau tututan tersebut tidak bisa dipenuhi dan salah sasaran sebab untuk untuk Dekan dan Wakil Rektor ada mekanisme yang mengatur hal tersebut, dan merupakan keputusan kolegia atau bersama dalam forum senat, baik senat Fakultas maupun Senat Universitas.

“Tidak satupun dari sembilan dekan yang ada sembilan Fakultas dan Empat Wakil Rektor ini diangkat dan diberhentikan oleh Rektor, semuanya melalui mekanisme rapat senat dalam pemilihannya, dan Rektor hanya menetapkan saja apa yang sudah menjadi keputusan rapat senat” katanya.

Untuk itu tidak ada kemungkinan Rektor memenuhi tututan mahasiswa untuk memberhentikan atau mencopot Dekan dan Wakil Rektor dalam hal ini, dan juga tuntutan tersebut tidak relevan dengan persoalan yang sebenarnya, karena Fakultas ingin menegakan aturan yang sebenanrnya dan menjalankan sistem pembelajaran yang baik, dan kebetulan tidak sejalan dengan kepentingan mahasiswa ini, maka Dekan dan Wakil Rektor nya yang malah harus dicopot.

“Ini tidak relevan dan kita sudah jelaskan namun mereka tidak mau menerima itu, kalau karena aturan yang ditegakan, ada mahasiswa yang tidak disiplin dan melanggar aturan kemudian di skor, hanya karena menghentikan kegiatan mahasiswa yang berpotensi jadi ajang perpeloncoan dan kekerasan, dan karena menyelamatkan mahasiswa baru dari ancaman kekerasan, kok malah kami harus dituntut mundur”

Tindakan yang dilakukan semuanya sudah melalui prosedur dan diputuskan secara bersama, oleh seluruh penyelenggara pembelajaran di Fakultas, termasuk Wakil Dekan dan Kaprodi dan tujuanya jelas, tapi malah ini yang menjadi masalah dan menjadi pemicu munculnya tuntutan Dekan dan Wakil Rektor III.

“Saya sudah sampaikan ini dalam pertemuan di Fakultas Teknik dengan mahasiswa yang terlibat aksi ini, bahkan tidak hanya persoalan ini, persoalan lain pun yang ditanyakan, saya jawab, tapi mereka tetap tidak puas dan tetap menuntut agar Rektor mencopot kami, sehingga kondisinya seperti sekarang”.

Senada dengan hal tersebut Wakil Rektor III Prof Dr Kamarullah pun mengatakan kalau mekanisme untuk hal tersebut sudah ada, dan tidak bisa ditentukan oleh Rektor secara sendiri, dan sebaiknya para mahasiswa kembali ke kampus dan kembali melakukukan aktifitasnya, agar kegiatan di Fakultas maupun Rektorat kembali berjalan dengan baik seperti semula.

“Semua sudah ada mekanismenya, dan ini (demo) sudah tidak sesuai lagi, sudah pernah diadakan pertemuan dengan Rektor sebelumnya namun buntu karena opsi opsi yang ditawarkan semuanya ditolak oleh mahasiswa”

Kamarullah juga menjelaskan kalau hal ini berawal dari masalah penerimaan mahasiswa baru, yang kemudian ditindaklanjuti secara tegas oleh pimpinan Fakultas, dan mungkiin karena ada dampak dampak lain yang ditimbulkan untuk mahasiswa karena adanya keputusan ini, maka terjadilah demo seperti sekarang.

Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr H Thamrin Usman DEA ketika dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan pihaknya sudah berupaya menemui mahasiswa untuk berkomunikasi sesuai permintaannya untuk menyampaikan aspirasi dengan rektor, bahkan sudah diberikan opsi tapi masih belum sesuai dengan keinginan para pendemo sehingga buntu.

“Semua ada mekanisme dan aturannya dan dijalankan sesuai aturan yang sudah ditentukan tersebut, kami sudah berupaya untuk bersama mereka dan mendengarkan tuntutannya tapi malah ditodong dan dipaksa harus menjalankan keinginan mereka, dan menurut saya ini tidak baik untuk dilaksanakan dan ditindaklanjuti” katanya mengakhiri. (Syafarudin Ariansyah)

Related Posts