Orangtua Mahasiswa Fakultas Teknik Untan Desak Penghapusan Pawang

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Sejumlah orangtua mahasiswa angkatan 2016 mengadu ke Dekan Fakultas Teknik Univeritas Tanjungpura, Rustamaji, terkait kekerasan yang diterima anaknya saat kegiatan Pengenalan Wawasan Akademis Angkatan (Pawang) yang dilaksanakan belum lama ini.

Wahyu salah seorang orangtua mahasiswa Fakultas Teknik Untan mengatakan, bahwa tujuan dirinya menguliahkan anaknya  agar menjadi lebih baik, baik dari segi akhlaknya maupun intelektualitas.

“Menginginkan  anak menjadi orang yang cerdas, namun apa yang terjadi, anak saya malah  takut untuk berkuliah di sini,” ungkapnya, saat menghadiri pertemuan antara orangtua mahasiswa angkatan 2016 dan perwakilan forum orangtua mahasiswa teknik untan dengan pihak kampus, di ruang Sidang Utama Fakultas Teknik, pada Kamis (29/9) siang.

Kegiatan yang lebih umum dikenal dengan nama Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tersebut dinilainya telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), karena didalamnya terdapat kekerasan verbal maupun psikis, yang membuat anaknya tertekan secara mental.

Perwakilan orangtua lainnya  juga menyesalkan dihentikannya proses belajar mengajar pada kampus itu, yang akhirnya membuat kerugian pada Mahasiswa Baru (Maba) itu sendiri, karena sejatinya orangtua telah mempercayakan secara penuh untuk menguliahkan anaknya pada kampus teknik tersebut.

Hal serupa juga dikemukan oleh Suharso, orangtua Maba lainnya, dirinya ingin kegiatan Pawang yang menyebabkan anaknya menjadi korban kekerasan itu, segera ditiadakan dan mendesak agar oknum mahasiswa senior yang bertindak melanggar hukum itu bisa diproses secara hukum.

“Kami sangat mendukung, kami siap berada dibelakang bapak (Rustamaji), jika masalah ini dibawa ke ranah hukum,” ujarnya.

Dirinya juga menginginkan adanya komunikasi lebih intensif lagi antara para orangtua mahasiswa baru dengan para dosen, agar masalah tersebut lebih mudah dikoordinasikan dengan para orangtua Maba.

“Saya tidak mau ada korban di sini, kami tidak ingin hal itu, kita sama-sama ingin memajukan Untan, jangan sampai ada korban di Untan ini,” tambahnya.

Anwar, yang juga orangtua Maba, secara tegas mendesak agar Pawang ditiadakan. “Saya minta Pawang dihapuskan, ini zamannya adu otak, bukan adu otot,” kesalnya.

Pertemuan ini sendiri diakhiri dengan kesepakatan pihak Fakultas Teknik Untan dan orangtua mahasiswa untuk menemui Kapolresta Pontianak guna berkoordinasi terkait langkah hukum yang akan dilakukan selanjutnya.

(Agustiandi/Muhammad)

Related Posts