Baru 60 Persen Gudang di Pontianak Kantongi TDG

Faktor Cuaca Sebabkan Harga Bawang Lokal Naik

Pontianak, thetanjungpuratimes.com –  Kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pontianak, Haryadi mengungkapkan sampai Oktober 2016 ini baru sekitar  800  gudang, atau sekitar 60 persen yang memiliki Tanda Daftar Gudang (TDG).

Menurutnya adanya TDG tersebut sangat penting guna menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Para eksportir dan importir memerlukan gudang berizin. Mengenai pemetaan lokasi pergudangan di Pontianak, kata dia, sudah dilakukan pihaknya sejak dua bulan yang lalu, dan hingga kini masih dalam proses.

“Kita sedang dalam pemetaan terus, karena kita kan punya porgram, hari ini di kecamatan mana, nanti di mana,” tambahnya, Senin (3/10)

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pontianak Tahun 2013-2033, lokasi pergudangan tidak boleh berada di kawasan kota. Namun kenyataannya, masih ada sejumlah gudang yang berdiri seperti gudang yang ada di Jalan Putri Candramidi, Sungai Bangkong yang seharusnya menjadi pusat perdagangan skala kota. Demikian pula Jalan Gajah Mada.

“Jangan sampai kawasan industri dan pergudangan berada di pusat kota ini menimbulkan kemacetan. Prosesnya kita dorong ke arah hulu, sepanjang Sungai Kapuas sehingga akses transportasi di sana mudah dan mengembangkan perekonomian di sana,” paparnya.

Menanggapi sanksi atau penertiban yang sudah dilakukan pihaknya, Haryadi mengatakan hal itu menyangkut persiapan karena tidak bisa memberi sanksi sembarangan, apalagi berkaitan dengan perekonomian kota. Ia beralasan jika dilakukan penutupan, dikhawatirkan distribusi sembako akan terhambat. Disperindagkop pun lebih hati-hati dalam hal itu.

“Bila mereka nantinya siap pindah ke pinggiran, daerah pergudangan, tentu mereka perlu membangun. Misalnya begini, kalau orang main layang-layang, lalu kita di Tipiring bisa. Tapi kalau gudang kita tutup efeknya akan berdampak, sehingga nanti bisa membuat kelangkaan sembako. Tapi edukasi dengan pendekatan persuasif kita jalankan terus,” jabarnya.

“Untuk gudang-gudang yang menyalahi aturan, itu nanti Satpol-PP untuk melakukan tipiring,” pungkasnya.

(Agus/Faisal)

 

Related Posts