Menteri Rini Desak Maskapai Garuda Lebih Agresif

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Menteri BUMN Rini Soemarno meminta maskapai penerbanganPT Garuda Indonesia Tbk lebih agresif, terutama dalam penguasaan pasar domestik dan internasional.

“Ibu Menteri meminta kami untuk terus meningkatkan sinergi dengan BUMN lainnya dalam pengembangan infrastruktur dan layanan Garuda,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Arif Wibowo, usai menemui Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/10).

Pada pertemuan yang juga dihadiri Deputi BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Gatot Trihargo itu, Garuda diminta dalam pengembangan ke depan harus agresif, termasuk bersinergi secara kuat dengan anak usaha Citilink.

“Untuk menguasai pasar domestik, regional dan internasional, Ibu Rini menekankan perlunya peningkatan waktu koneksi penerbangan (connecting time) dan memperbanyak rute ke daerah-daerah tujuan wisata,” tuturnya.

Terkait hal itu, Arif menambahkan dirinya melaporkan rencana Garuda untuk membuka rute penerbangan baru Jakarta-Labuan Bajo, NTT.

“Penerbangan langsung Jakarta ke Labuan Bajo, mulai dibuka pada 27 Oktober 2016. Sebelumnya penerbangan ke Labuan Bajo juga sudah tersedia dari Denpasar, Bali. Penerbangan ke Labuan Bajo ini bisa menjadi bandara koneksi langsung ke rute internasional,” ujarnya.

Untuk tahap awal frekuensi penerbangan Jakarta-Labuan Bajo adalah sekali sehari pada jam 10.00 pagi.

“Kalau permintaan tinggi, kita bisa segera menambah jumlah penerbangan ke sana,” ucap Arif.

Arif menuturkan, sesuai dengan arahan Menteri BUMN yang menghendaki penambahan penerbangan domestik regional dan internasional, Garuda sudah mendatangkan 50 unit pesawat jenis Boeing737 MAX, sementara Citilink mendatangkan 50 peswat Airbus A320.

“Kita perlu lebih agresif untuk penambahan pesawat ‘narrow body’ supaya kita lebih kuat, benar benar memperkuat jaringan domestik, dan terjangkau lebih banyak lagi,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, juga didorong pangsa pasar Garuda dan Citilink di pasar domestik lebih di atas 50 persen, dari saat ini sekitar 44 persen.

“Ibu Menteri maunya kita menguasai pasar domestik. Kita uga diminta untuk hitung lebih detil supaya target itu bisa dicapai. Sedangkan pada pasar internasional, Garuda diminta untuk menguasai 50 persen pasar China dan Timur Tengah dari saat ini baru berkisar 38 persen,” imbuh Arif.

Terkait rute penerbangan ke China, Garuda juga segera membuka jalur internasional Denpasar-Chengdu, mulai Januari 2017.

(Ant/dd)

Related Posts