Tidak Ikuti Program KB Bisa Picu KDRT

Ilustrasi KDRT/Foto : indopos.co.idI

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap menimpa kaum perempuan dan anak. Berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut, selain faktor ekonomi dan lingkungan sosial, hal tersebut juga berkaitan dengan kurang matangnya perencanaan saat bekeluarga.

Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kapuas Hulu, Martha Banang menjelaskan, Keluarga Berencana (KB) memang erat kaitannya dengan pencegahan KDRT. Dengan perencanaan yang matang dalam berkeluarga akan membuat masing-masing pasang matang, dalam pola pikir dan tingkah laku.

“Kalau tidak menerapkan KB tentu rawan memicu KDRT. Cotoh kecil saja kalau tidak memperhatikan jarak kelahiran anak, hal tersebut tentu berpengaruh dengan ekonomi dan bisa berujung dengan keributan-keributan hingga terjadi KDRT,” jelasnya, Kamis (6/10).

Martha menegaskan, KB tidak hanya sebatas alat kontrasepsi, setapi juga pembinaan keluarga. Maka untuk usia menikah yang ideal sudah ditentukan, akan lebih baik tidak di bawah umur 17. Karena secara emosional masih belum siap.

Demikian juga dengan pengaruh lingkungan sosial, kata Martha ada efek yang bisa timbul. Ia pun mencontohkan jika suatu keluarga berada di lingkungan yang suka ngumpul dan minum minuman beralkohol.

“Pengaruh minol sendiri bisa membuat tindakan di luar nalar, memukul istri atau mungkin tindak kriminal lainnya,” terangnya.

Untuk itu, Martha mengimbau kepada pasangan suami istri usia muda untuk menerapkan KB dengan baik dan benar. Bila perlu kata dia, menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang, sehingga dapat mecegah kehamilan.

“Dengan menerapkan KB dengan baik, saya yakin kita bisa meminimalisir KDRT,” kata dia menambahkan.

(Yohanes/dd)

Related Posts