Bukit Tilung Pikat Warga Malaysia

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kapuas Hulu memiliki banyak tempat menarik yang diminati wisatawan. Selain Taman Nasional Danau Sentarum dan Taman Nasional Betung Kerihun, ada pula Bukit Tilung yang mulai sering dikunjungi wisatawan, khususnya dari negara tetangga Malaysia. Kebanyakan warga Malaysia yang mengunjungi bukit tersebut berlatar belakang suku Dayak Iban.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius mengatakan, Bukit Tilung memang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Iban di perbatasan Malaysia. Hal tersebut terkait dengan kepercayaan dari leluhur kesukuan.

“Jadi bukit Tilung ini dipercaya menjadi tempat arwah-arwah leluhurnya orang Dayak Iban. Apabila ada yang meninggal, mereka akan kembali kesana. Hal ini yang menjadi daya pikat bukit tersebut,” ungkap Anton, Jumat (7/10).

Sejarah itu, menurut Anton sudah dipercaya secara turun temerun dalam kesukuan Iban di negeri Jiran. Bahkan beberapa tahun terakhir banyak warga Malaysia yang mengunjungi bukit Tilung.

“Hal ini yang kami prediksikan bisa jadi objek wisata yang baik, tinggal dikembangkan lagi,” tegasnya.

Pihak Disbudpar sendiri, kata Anton sudah mulai melakukan pendekatan dengan masyarakat di sekitar bukit Tilung, untuk mulai menata kawasan sekitar, lalu membuat jalur-jalur traking wisatawan. Kemudian,lanjut Anton, masyarakat setempat juga sudah dihimbau agar terlebih dahulu menyelesaikan batas-batas wilayah sekitar bukit Tilung.

“Supaya tidak ada yang protes-protes lagi apabila Pemda Kapuas Hulu mengembangkan bukit Tilung untuk jadi objek wisata unggulan,” tegasnya.

Ditambahkan Anton, pengembangan objek wisata tidak terlepas dari peran masyarakat. Masyarakat perlu memberikan kenyamanan, keamanan dan keramahan kepada wisatawan.

“Dengan merasa aman, nyaman karena warga setempat ramah, kemungkinan wisatawan tersebut akan betah. Tidak menutup kemunkinan juga mereka semakin bertambah yang datang. Dengan meningkatnya wisatawan tentu masyarakat juga akan mendapat keuntungan ekonomis,” tutup Anton.

(yohanes/dd)

Related Posts