Warga Mempawah Temukan Uang Palsu Pecahan Rp20 Ribu

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Sapta Rini, seorang warga Jalan Kenanga Kelurahan Terusan Mempawah Hilir mengaku kaget lantaran dirinya mendapati uang palsu ketika belanja di salah satu pasar yang ada di Mempawah pada Minggu (9/10).

“Tadi awalnya saya beli sari kacang sebanyak lima bungkus dan kacang goreng dengan total belanjaan Rp30an ribu dan membayar belanjaan dengan uang Rp100 ribu. saya meminta kepada pemilik toko agar uang kembaliannya uang pecahan Rp20 ribu untuk jajan anak saya,” ungkapnya saat di temui di kediamannya.

Oleh penjual, ia pun mendapatkan kembalian Rp60 ribu dengan pecahan Rp20 ribuan sebanyak tiga lembar. Dirinya baru menyadari jika satu diantara uang pecahan Rp20 ribuan tersebut palsu saat akan membayar tukang urut, karena uang itu memang terlihat lain walau sama persis.

“Ada adik ipar saya kebetulan kerja di bank yang bilang ini uang palsu,” ungkap wanita yang bekerja sebagai PNS di lingkungan pemerintahan Kabupaten Mempawah ini.

Sekilas, katanya memang uang pecahan 20 ribu ini tampak sama dengan pecahan 20 ribu pada umumnya bahkan juga ada benang pengamannya. Hanya kejanggalannya pada warna uang kertas ini sudah mulai luntur, dan tidak ada bayangan saat diterawang.

Terkait dengan adanya temuan uang palsu, Kapolsek Mempawah Hilir Ipda Salahudin mengimbau kepada warga agar waspada terhadap peredaran uang palsu, dan selalu menginformasikan kepada pihak kepolisian jika menemukan adanya uang palsu.

Atas penemuan uang palsu itu, pihaknya mengaku langsung menindaklanjuti uang palsu yang telah ditemukan oleh warga itu.

“Nanti kita akan mendatangi pihak pedagang tempat warga menemukan uang palsu untuk pertama kali ini untuk diintrogasi dari mana asal mulanya uang palsu ini, sehingga dari hasil pengembangan itu nantinya dapat digali lebih runut sumber uang palsu ini,” jelasnya.

Menurutnya, tidak hanya Rini saja yang telah menjadi korban uang palsu, namun pedagang di pasar itu juga menjadi korban juga dari peredaran uang palsu, sementara masalah kerugian bisa diganti oleh penjual kepada konsumen.

Kapolsek mengatakan, memang sepintas dari uang palsu yang dilaporkan oleh satu diantara warga Mempawah ini tampak sama seperti uang asli pada umumnya, namun yang membedakannya tekstur kertas yang lebih ringan, dan warnanya telah memudar, selain itu setelah diterawang uang palsu ini juga tidak memiliki bayangan gambar pahlawan.

Dijelaskannya untuk memastikan uang itu palsu atau asli, adalah jika diremas uang itu cukup lama untuk kembali semula, namun jika uang kertas itu asli jika di remas sangat mudah untuk di kembalikan ke keadaan semula.

“Kejahatan uang palsu jika terbukti akan dikenakan pasal 244 KUHP yang berbunyi barang siapa meniru atau memalsukan uang atau uang kertas negara atau uang kertas bank dengan maksud akan mengedarkan atau menyuruh mengedarkan mata uang kertas negara, atau uang kertas bank itu serupa yang asli dan yang tiada dipalsukan dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun penjara,” pungkas.

(Hamzah/Faisal)

Related Posts